Pertumbuhan Ekonomi Enam Persen

Kamis, 16 Oktober 2008 | 00:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Panitia Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah akhirnya menyepakati pertumbuhan ekonomi 2009 sebesar 6 persen. "Perkiraan ini telah mempertimbangkan perlambatan laju pertumbuhan perekonomian dunia," kata wakil ketua panitia anggaran Suharso Monoarfa dalam rapat kerja Rabu (15/10) malam di gedung parlemen Senayan, Jakarta.

Dalam RAPBN, angka yang dipasang adalah 6,2 persen. Pada revisi RAPBN 24 September lalu, pertumbuhan ekonomi ditargetkan menjadi 6,3 persen. Kemudian pemerintah mengusulkan perubahan lagi menjadi 5,5-6,1 persen.

Suara parlemen dalam kesepakatan ini tidak bulat. Fraksi PDI Perjuangan berpendapat angka yang lebih realistis adalah 5,5 persen. "Target 6 persen menunjukkan optimisme berlebihan tanpa melihat lemahnya manajemen fiskal, ancaman membesarnya defisit transaksi berjalan, dan turunnya realisasi investasi," ujar anggota Fraksi PDIP Suharso.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, kesepakatan panitia anggaran dan keberatan fraksi PDIP adalah sinyal untuk bersikap optimis tapi tetap waspada. "DPR dan pemerintah sama-sama bertanggung jawab dan menginginkan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu," tuturnya.

Selain angka pertumbuhan ekonomi, panitia anggaran dan pemerintah menyetujui lima asumsi dasar makro ekonomi lainnya. Inflasi tetap 6,2 persen seperti revisi pertama, sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Rp 9.400. Harga minyak disepakati US$ 80 per barel, dan tingkat bunga Sertifikat Bank Indonesia rata-rata 7,5 persen. Produk domestik bruto ditargetkan Rp 5.327 triliun. Perombakan asumsi dasar itu telah disepakati lebih dulu dalam rapat-rapat yang dilakukan maraton dari 13 hingga 15 Oktober 2008.

Bunga Manggiasih

 

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
  • Tanggapan artikel "Pertumbuhan Ekonomi Enam Persen"

    Perekonomian negeri ini akan tetap terpuruk apabila sistem perkonomian yang diterapkan masih berupa sistem kapitalis. Peningkatan dalam pertumbuhan ekonomi yang ada di Indonesia merupakan sumber kekayaan yang hanya dihasilkan (dimiliki) oleh para investor asing dan segelintir pengusaha. Sedangkan tingkat pendapatan masyarakat umum sangat kecil dan menunjukkan selisih yang sangat besar. Lain halnya apabila sistem ekonomi syariah diterapkan. Selisih pendapatan akan semakin kecil, dan dapat menunjang tingkat pertumbuhan ekonomi di negeri ini.
    Terapkan syariah...
    Semoga negeri ini dirahmati oleh Allah SWT.
    Pengirim : dir88gun di Surabaya
1
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :