Boediono: Bank Century Bisa Dijual
Jum'at, 06 November 2009 | 16:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta -Wakil Presiden Boediono mengatakan pengucuran dana talangan untuk Bank Century, yang sekarang Bank Mutiara, tidak akan menjadi uang yang hilang.
Sebelumnya, pemerintah mengambil keputusan mengeluarkan dana talangan Rp 6,7 triliun untuk Bank Century. "Bank ini masih ada, masih bisa dijual," katanya kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jumat (6/11).
Menurut dia, kondisi saat ini Bank Mutiara sudah membaik. "Sekarang bank ini bagus, banyak yang berminat nanti," katanya. Apalagi, lanjutnya, bank ini memiliki jaringan yang lumayan dan manajemennya cukup bagus. "Ya, kita akan lihat bank ini menjadi baik.".
Selain itu, pemerintah masih bisa mengejar aset yang di luar negeri masih ada. "Jadi bukan uang hilang dalam arti itu. Mungkin ada biayanya untuk melewati krisis, mungkin ada, mungkin tidak, kita belum tahu karena belum selesai," tambah Boediono.
Boediono mengaku pengambilan kebijakan pengeluaran dana talangan itu bukan untuk menyelamatkan Bank Century namun menghindari terjadinya efek domino. Hal ini mengingatkan kondisi krisis pada tahun 1997-1998, terjadi capital out flow, interbank macet dan dampaknya perbankan mengalami kolaps.
Akibatnya, lanjutnya, biayanya luar biasa waktu itu. "Jadi kita belajar dari pengalaman ini. Menyelamatkan bank ini, bukan menyelamatkan banknya, pemiliknya atau pun deposan besarnya, tapi murni untuk menyelamatkan situasi dan efek domino yang pernah kita alami," katanya.
Ditanya Bank Century yang merupakan bank kecil namun diselamatkan, menurutnya, dalam kondisi seperti itu bank kecil pun bisa menyebabkan efek domino. "Itu pandangan kami, apakah bank itu sebelumnya mengalami masalah dan kemudian setelah diselamatkan ternyata ada fraud (penyimpangan). Hal itu yang harus ditindak," katanya.
Dia juga memaparkan jika bank Century ditutup tetap akan keluar biaya. Penutupan, kata dia, dengan penjaminan terbatas yg sampai penjaminan itu, itu jumlahnya Rp 6,4 Triliun. "Jadi itu bagian yang harus dilihat juga. Bukan berarti kalau ditutup tidak ada biayanya," katanya. Dia pun mengkawatirkan kalau semua rontok ada efek dominonya. "Kita tidak bisa hitung. biaya untuk menjamin deposan yang ada.".
EKO ARI WIBOWO





Komentar Anda :