Bank DBS Cetak Laba Rp 190 Miliar
Senin, 23 November 2009 | 20:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Di tengah tekanan krisis finansial yang menghajar dunia, PT Bank DBS Indonesia (DBS Indonesia) mencatat laba bersih Rp 190 miliar pada sembilan bulan pertama tahun ini, atau meningkat sebesar 91 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Adapun pendapatan operasional meningkat dari Rp 33 miliar pada 2008 menjadi Rp 185 miliar di 2009. Pencairan kredit pada periode tersebut menurun dari Rp 16,1 triliun menjadi Rp 13,9 triliun dengan rasio pinjaman pada simpanan (loan to deposit ratio) berkisar pada 73 persen.
Total pendapatan DBS Indonesia tumbuh 28 persen didukung oleh tren operasi usaha yang sehat yang berkesinambungan. Pendapatan bunga bersih (net interest margin) tumbuh 30 persen dari Rp 519 miliar menjadi Rp 671,9 miliar yang didukung oleh pendapatan bunga rupiah.
Direktur Utama DBS Indonesia Hendra Gunawan mengatakan, ”Seluruh kegiatan operasional membuahkan hasil yang solid. Pengetahuan lokal kami dan hubungan nasabah yang kuat menjadi kunci dalam meningkatkan pertumbuhan serta menangkap peluang bisnis meskipun di masa situasi sulit.”
Rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) pada 1,03 persen hingga akhir September 2009, di bawah batas yang diizinkan peraturan pemerintah sebesar 5 persen. Efisiensi operasional ini memperkuat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio) DBS Indonesia ke 24,06 persen, membuat DBS Indonesia menjadi salah satu bank dengan modal terbesar di negara ini.
BOBBY CHANDRA





Komentar Anda :