close

Raden Pardede Bantah Utak-utik Dana Penyelamatan Century

Selasa, 24 November 2009 | 21:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Mantan Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Raden Pardede, membantah rumor dirinya ikut mengutak-atik besaran dana penyelamatan Bank Century sebelum diajukan kepada rapat Komite Stabilitas.

“Mengenai angka itu tanggung jawab Bank Indonesia, KSSK hanya keputusan tanggal 21 November 2008. KSSK tidak mempunyai kewenangan yang kompeten tentang angka-angka baik makro maupun mikro perbankan,” kata Raden yang juga menjabat Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan ini usai jumpa pers di Departemen Keuangan, Selasa (24/11).

Dia mengaku ikut dalam sambungan komunikasi jarak jauh atau <I>teleconference</I> saat membahas kondisi Bank Century. Ketika itu sambungan jarak jauh dilakukan di Bank Indonesia dengan Menteri Sri Mulyani Indrawati yang masih berada di Washington, Amerika Serikat, untuk mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengikuti pertemuan G-20.

Dia membantah ada campur tangan Presiden Yudhoyono dalam keputusan Komite Stabilitas untuk mengucurkan dana penyelamatan lewat Lembaga Penjamin Simpanan sebesar Rp 6,7 triliun. Presiden sama sekali tak ikut dalam sambungan jarak jauh maupun berkomunikasi secara langsung ketika Komite Stabilitas menggelar rapat.

“Berdasarkan Perppu JPSK (Jaring Pengaman Sektor Keuangan), dalam rangka <I>bailout itu</I>, secara peraturan memang tidak diharuskan meminta persetujuan Presiden dan pada saat itu memang tidak dimintakan karena dalam ruang lingkup KSSK,” ujarnya.

Sebelumnya, Raden menjadi orang yang paling dicari banyak media karena kabar dirinya ikut berperan dalam membengkaknya dana penyelamatan yang diperlukan Bank Century hingga kini menjadi Rp 6,7 triliun.

AGOENG WIJAYA

Info Grafis

  • Kisah Anwar di Century

    Tim auditor Badan Pemeriksa Keuangan akan memeriksa ketuanya, Anwar Nasution, dalam audit investigasi dugaan penyimpangan di PT Bank Century Tbk.

  • Tersungkur Akibat Surat Utang

    “Bukan karena kekeringan likuiditas,” kata mereka. Tapi, begitu pemerintah mengambil alih Century, luka yang sempat ditutupi terkuak juga.

  • Dijamin 100 Persen?

    Kasus Bank Century, yang tidak dapat ikut kliring, menambah kekhawatiran nasabah.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan