Keluarga Petinggi Partai Berpeluang Besar Terpilih

Kamis, 14 Agustus 2008 | 10:29 WIB

Koran Tempo, Jakarta:

Jakarta – Partai politik menyusun daftar calon legislator menyesuaikan dengan calon dari partai lain. Namun, nama anggota keluarga tokoh partai politik tetap berpeluang besar menjadi calon legislator terpilih di daerah pemilihannya. Mereka menjadi calon legislator di basis massa partai pada Pemilihan Umum 2004.
Ketua Bidang Pemenangan Pemilihan Umum PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan partainya mengusung 650 calon legislator. PDI Perjuangan lama menyusun daftar calon sementara karena mengukur "kekuatan lawan". “Ini strategi,” kata dia di gedung MPR/DPR. “Harus cari figur yang bisa mengimbangi.”
Ia mencontohkan putri Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani. PDI Perjuangan menempatkannya di daerah pemilihan Boyolali dan sekitarnya. Berdasarkan hasil pemilihan 2004, Puan berpeluang cukup besar menjadi legislator. PDI Perjuangan meraih tiga dari enam kursi di daerah itu. PDI Perjuangan meraih 649.783 suara. Kursi lain direbut Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional.
Namun, Puan masih harus bersaing dengan sejumlah nama lain yang tak kalah populer, seperti Hidayat Nur Wahid dari Partai Keadilan Sejahtera dan Zaenal Ma'arif dari Partai Persatuan Pembangunan.
Hidayat merupakan calon kuat karena ia satu dari dua legislator terpilih 2004 yang memenuhi suara bilangan pembagi pemilih (suara senilai satu kursi). Tapi Hidayat ketika itu dari daerah pemilihan DKI Jakarta. Adapun Zaenal, yang ketika itu maju dari Partai Bintang Reformasi, juga menjadi legislator terpilih.
Partai Demokrat mengusung putra Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, di daerah pemilihan Trenggalek dan sekitarnya. Daerah ini merupakan tempat kelahiran Yudhoyono.
Pada Pemilu 2004, Demokrat meraih suara 216.593 dari 253.658 suara senilai satu kursi (bilangan pembagi pemilih). Delapan kursi daerah ini pada 2004 masing-masing didapatkan antara lain oleh PDI Perjuangan (2), Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Kebangkitan Bangsa.
Adapun Partai Amanat Nasional mengusung sejumlah putra petinggi dan putra mantan petinggi partai, misalnya putra A.M. Fatwa, Ikrar Fatahillah; adik Hatta Rajasa, Hafidz Thohir; dan putra Amien Rais, Mumtaz Rais; di basis massa partai ini pada 2004.
Menurut Sekretaris Jenderal PAN Zulkifli Hasan, Mumtaz maju dari daerah pemilihan Cilacap, Jawa Tengah. Ikrar dari Ciamis, Jawa Barat, dan Ahmad Hafidz Thohir dari Sumatera Selatan. PAN pada 2004 meraih satu kursi di Cilacap dan dua kursi di dua daerah pemilihan Sumatera Selatan. Selain oleh PAN, sejumlah nama keluarga tokoh partai juga diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (lihat, "Tebar Legislator Bintang").
Selain itu, partai politik menempatkan sejumlah selebritas. Partai Persatuan Pembangunan mengusung sedikitnya sepuluh artis. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PPP Romy Romahurmuzi, calon legislator menjadi pendongkrak suara PPP. "Artis dan public figure tentu akan meningkatkan suara PPP," kata Romy. Namun, partai masih membahas daerah pencalonannya.
Meskipun pengurus PPP mengakui, Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir menolak dianggap memanfaatkan artis sebagai pendongkrak suara. “Mereka terjun membawa perubahan,” katanya. PAN mengusung 33 artis sebagai calon legislator. Namun, PAN baru mendapat 20 calon. PAN kini meningkatkan target perolehan kursi menjadi 100 dari 47 kursi DPR perolehannya pada pemilihan yang lalu. PDI Perjuangan dan Partai Golkar pun mengusung artis sebagai calon legislator. DWI RIYANTO AGUSTIAR | NININ DAMAYANTI | KURNIASIH | PRAMONO | PURWANTO
 

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :