Lima Calon Wali Kota Janji Hormati Pers
Sabtu, 30 Agustus 2008 | 21:35 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor: Lima calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor berjanji untuk menghormati kebebasan pers dalam mencari dan menyampaikan informasi kepada masyarakat sesuai kode etik jurnalistik. Janji tersebut diucapkan dalam kesepatan dan deklarasi bersama yang dipimpin Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Bogor, di Lapangan Heulang, Kota Bogor, Sabtu (30/8).
ercantum dalam butir ke 3 dari 7 butir deklarasi, para kandidat berjanji tidak melakukan praktek jual beli dan manipulasi suara, dan melakukan penyuapan (money politic) terhadap masyarakat maupun anggota KPUD dalam bentuk apapun. Masalah pers juga tercantum dalam butir itu. Usai membacakan deklarasi, semua kandidat mengikuti sosialisasi calon dengan keliling Kota Bogor.
Kelima kandidat pasangan H. Syafei Bratasendjaya-H. Akik Darul Takik dengan nomor undian 1, nomor 2 Ki Gendeng Pamungkas-H. Chusaery, nomor 3, Hj. Iis Supriatini-dr. Ahani. Urutan ke 4, Dody Rosadi-Erik Suganda, dan ke 5, H. Diani Budiarto- H. Ahmat Ru’yat. Hanya Ki Gendeng yang tidak mengikuti konvoi keliling kota, “Seperti jaman Orde Baru, saya tidak ikut,” katanya menjawab Tempo.
Menurut Diani Budiarto, tanpa pers informasi yang disampaikan tim sukses tidak akan sampai ke masyarakat. H. Dody Rosady, mantan Sekretaris Daerah Kota Bogor, juga berpendapat sama. "Peran pers sangat menguntungkan semua kandidat."
Kepala Bagian Operasional Polres Kota Bogor, Komisaris Arifin, mengatakan sejauh ini kondisi keamanan sejak diumumkan calon kandidat masih kondusif. “Semua pendukung calon saling menghormati,” kata Arifin.
Deffan Purnama
Topik :
- BARU SADAR YA!!???
Iya, kalau mau POPULARITAS didongkrak atau mau nyalon, wartawan diuber dan dibaikin!!! Tapi giliran kalau besenang-senang PERS dimaki-maki, kadang digebukin atau di bunuh!
Pengirim : andi tenrie di nederland






Komentar Anda :