PKB Gus Dur di Kediri Menolak Duduki Kantor KPU
Senin, 08 September 2008 | 14:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Partai Kebangkitan Bangsa kubu Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Kota Kediri menolak seruan menduduki kantor Komisi Pemilihan Umum setempat, Senin (8/9). Sejak pagi hingga siang, tidak ada aksi masa terlihat di kantor KPU di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kediri. Padahal, puluhan polisi sudah datang mengantisipasi. "Tak ada alasan untuk menduduki kantor KPU," ujar Zen Fanani, Ketua PKB kubu Gus Dur, Senin (8/9).
Menurut Zen, pendaftaran calon legislator dari dua kubu --kubu Gus Dur dan Muhaimin Iskandar--diterima KPU. "Meskipun tidak mengikuti perintah Gus Dur bukan berarti kami membelot dari beliau. Gus Dur tetap panutan dan pemimpin kami," kata Zen Fanani.
Suasana Kantor KPU Kota Kediri tenang, aktifitas pegawai mempersiapkan Pemilihan Wali Kota Kediri berjalan lancar. Pintu gerbang kantor dibiarkan terbuka. Aparat Kepolisian Resor Kota Kediri hanya duduk santai di sekitar kantor.
Aksi masa pro Gus Dur justru berlangsung Jumat malam pekan lalu. Mereka demo ke Hotel Lotus Kediri, tempat pengundian nomor urut calon wali kota. Tak ada insiden kekerasan dalam aksi ini. Mereka bergerombol di halaman hotel sambil meneriaki pengikut PKB Muhaimin Iskandar.
Kekecewaan itu bermula dari diloloskannya Arifin Asror, Ketua DPC PKB Kota Kediri kubu Muhaimin Iskandar menjadi calon wakil wali kota. Sedangkan M. Zaini, yang diusung PKB Gus Dur tidak dilolos. Zaini kemudian diterima PDI Perjuangan sebagai calon wakil wali kota karena bakal calon dari partai berlambang kepala banteng moncong putih ini tidak lolos tes kesehatan.
Dwidjo U Maksum
Topik :






Komentar Anda :