PKS Desak Referendum Yogyakarta

Minggu, 12 Oktober 2008 | 16:49 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta :Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak dilakukannya referendum keistimewaan Yogyakarta. Referendum tersebut untuk mengetahui keinginan masyarakat Yogyakarta terutama status Sri Sultan dan Paku Alam.

 

“Status DI Yogyakarta akan tetap istimewa. Referendum harus dilakukan, yaitu dengan meminta kejelasan warga di kabupaten dan kota yang ada di Yogyakarta,” kata Presiden PKS, Tifatul Sembiring, di sela-sela acara Syawalan dan temu kader Dewan Pimpinan Wilayah PKS DI Yogyakarta, di Kampus Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Yogyakarta, Minggu (12/10).

Referendum tersebut, tambah dia, juga untuk menentukan kepemimpinan Yogyakarta, apakah akan tetap dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Paku Alam IX seumur hidup atau dibatasi dan dilakukan pemilihan.


Tifatul menambahkan, referendum juga merupakan salah satu bentuk dari persamaan hak bagi warga Indonesia pasca reformasi 1998. Dia beharap referendum bisa dilakukan secepatnya. “Semoga pada 2009, referendum dapat dilakukan,” kata Tifatul.



M Syaifullah

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
  • pasti enak lah

    yah enaklah...indonesia kan punya orang jawa, seperti ALI marah2 tuh kenapa referendum joga dibawa ke hti, fpi, apa hubungannya..GILE TUH ali..klo bisa semua satu PEMIMPIN klo benar nkri yaitu PRESIDEN, THANKS
    Pengirim : arif di jakarta
  • enak banget jokja ya..!

    enak banget joqja, boleh pakek sultan seumur hidup. giliranya aceh baru di usulkan wali naggroe dah ribut semua..dasar..
    Pengirim : abduh di
  • tifatul tak faham tatanegara

    Komentar Tifatul ini hanya menunjukkan ia tak faham tatanegara. Kalau ia mengusulkan referendum untuk kasus ini, akankah ia akan menyetujui tuntutan yang sama dari wilayah-wilayah lain? Saya fikir, tifatul ini antara kurang cerdas, keblinger, atau terlalu bernafsu...
    Pengirim : ali di jogja
  • Islam Simbolik

    Sama seperti FPI, HTI, PSK eh salah ...PKS yang Phobi "Islam" Simbolik .... bertujuan memusnakan akar budaya Indonesia, yang menurut versi gagah mereka semua tidak sesuai dengan "Syariat". Apa sekarang anak yang pinter "Ngaji" menjadi lebih sopan atau santun.... ?
    Pengirim : Dimas di Jember
  • Semua sama,


    Tidak perlu referendum langsung saja disamakan dng daerah lain segera adakan pilkada di DIY, sei sultan tak perlu takut kalah. Biarkan saja aceh merdeka Yogya kalau mau ikutan juga boleh, apa ruginya NKRI tanah RI masih luas. Kalau berani ayo silahkan .
    Pengirim : Noor di Jambi
1 2
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :