Peluang Perempuan di Politik Semakin Kecil
Selasa, 14 Oktober 2008 | 20:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta :Direktur Pusat Kajian Perempuan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI, Sri Budi Eko Wardani mengatakan peluang peningkatan jumlah perempuan dalam politik, pada masa mendatang diperkirakan akan semakin berat."Pencalonan perempuan oleh partai belum maksimal," ujarnya, saat jumpa pers mengenai pencalonan perempuan dalam Daftar Calon Sementara (DCS) Anggota DPR Pemilu 2009, di Kantor KPU, Selasa sore (14/10).
Menurutnya, ini disebabkan tujuh partai besar yang berpeluang lolos parliamentary threshold 2,5 persen, yaitu Golkar, PDIP, PPP, PKB, Demokrat, PKS dan PAN tidak dapat mencalonkan minimal 30 persen perempuan di semua daerah pemilihan DPR. "Partai baru malah lebih ramah terhadap caleg perempuan," ujar Sri.
Sri menuturkan, ada sembilan partai baru yang rekapitulasi keterwakilan perempuannya dalam DCS mencapai 40 persen bahkan lebih. Yaitu, PKPB (40 persen), PPPI (48 persen), PKPI (45 persen), PDP (40 persen), PMB (42 persen), PDK (43 persen), PBR (40 persen) dan PNUI (47 persen). Namun demikian itu bukan jaminan, mengingat kemungkinan partai itu lolos dalam pemilihan juga masih sangat kecil.
Sementara, anggota Komisi Pemilihan Umum, Andi Nurpati memberi alternatf untuk mewujudkan keterwakilan perempuan dalam politik. Menurutnya, jika ada calon laki-laki yang bermasalah hukum, kemudian telah divonis atau berketetapan hukum, maka partai harus menggantinya dengan calon perempuan. "Namun berkas caleg perempuannya juga harus siap," ujar Andi.
Heru Triyono
Topik :






Komentar Anda :