close

SBY: Pidato Saya Dipelintir dan Diputarbalikan

Rabu, 22 Juli 2009 | 22:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengklarifikasi pidatonya terkait aksi pemboman di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton pada 17 Juli lalu. Menurut dia, pidato yang berbuntut polemik itu karena pernyataannya dipelintir dan diputarbalikkan oleh media massa.

sby"Saya prihatin apa yang beredar di media massa, polemik atau diskursus terhadap pernyataan saya dalam kapasitas saya sebagai Presiden pada 17 Juli lalu," kata Yudhoyono dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, dalam acara Rakornas di JIExpo Kemayoran, Rabu (22/7) malam.

Yudhoyono lantas memerintahkan agar fotokopian transkrip pidato yang sudah dicetak dibagikan kepada seluruh peserta rapat. Menurut dia, pernyataan yang disampaikan dalam pidato di halaman kantor Presiden itu jelas dan gamblang, kata demi kata dan kalimat demi kalimat

"Yang terjadi berubah dari yang apa saya omongkan dalam bahasa politik, seperti dipelintir dan diputar balik. Apa yang menjadi isu adalah SBY dianggap menuduh begitu saja ada kaitan antara pemboman dengan Pilpres 2009 ini," katanya.

Dihadapan sekitar 150 orang kader Partai Demokrat, Yudhoyono membacakan ulang cuplikan pidatonya
"Pagi ini saya mendapat banyak sekali banyak sekali pertanyaan atau ada saudara kita yang mengingatkan kepada saya, yang berteori atau mencemaskan kalau aksi terori ini berkaitan dengan aksi pilpres ini. Saya meresponnya sebagai berikut, kita tidak boleh main tuding atau tuduh begitu saja. Semua teori dan spekulasi harus bisa dibuktikan secara hukum. Negara kita adalah negara hukum dan demokrasi. Karena itu norma hukum dan demokrasi harus bisa ditegakkan. Kalau bisa dibuktikan secara hukum bersalah baru kita nyatakan yang bersangkutan itu salah," kata dia mengulang satu alenia pidatonya.

Ia membantah foto yang ditunjukkan itu dibuat pada tahun 2004 lalu. "Saya mendapat laporan untuk berjaga-jaga. Ini pada bulan Mei 2009. Kita serahkan pada penegak hukum. Yang saya dapatkan adalah laporan intelijen bukan gosip, rumor atau fitnah. Jadi tidak mengada-ada," katanya.

NININ DAMAYANTI

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [50] :

  • Yang salah yang mana

    Pak, yang salah yang mana sih ? Presiden salah baca teks ?, teks salah ketik ?, wartawan salah artikan ? atau pendengar tv pada budek ? atau atau atau...jangan jangan...

  • Bapak gosip

    Setelah jadi Presiden, Jangan suka gosip aja pak , kerja donk yang benar, tunjukkan bukannya modal jaim aja yank ada, karena JK gak ada, mudah2an bapak ga jaim lagi , tentu aja jgn suka bergosip dari audit KPK,Tuding lawan politi, sok populer amat sich pak

  • Tukang curhat

    hahhaha.makanya pak, jangan jadi tukang curhat dong.presiden koq tukang curhat.ck ck ck

  • Siapa lagi yang mau disalahkan

    Apakah selanjutnya SBY akan mengatakan rakyatlah yang salah mengartikan Pernyataan Pengeboman 17 Juli Kemarin...? kita tunggu.... Namun Presiden RI bukanlah seorang Penakut..., Perangkat Bapak sudah lengkap Hukum, Pengadilan dll seluruhnya di tanganmu, jangan asal tuding begini, kekuatan pernyataan Seorang Presiden apalagi terkait Insiden memiliki kekuatan seluruh rakyat, jadi jangan asal ngomong...., kutanya apakah bukti dari Intelijen tersebut 100% benar......? gerah saya...!!!!!!

  • Memang pidato yg tidak pantas...

    Meski cak kenyot bukan orang politik, tapi mendengar pidato pak e' Presiden SBY di TV terasa sekali memang gak pantas tuh!
    Wong baru aja terjadi ledakan bom yg menewaskan dan melukai banyak orang serta menjadi sorotan dunia...e e e..kok malah ngabyak-ngabyak dan memperkeruh suasana! Baiknya isi pidato itu cukup mengutarakan keprihatinan, penyesalan dan kalo perlu maaf atas terjadinya insiden itu (karena intelejen dan keamanan negara kebobolan), mengutuk keras aksi tsb, dan mengejar pelaku pengeboman tsb.
    Gituh loh Pak e'!
    Kalo begini kan sekarang negara kita jadi tambah malu lantaran pidato mu. Seluruh dunia melihat dan mendengar loh Pak e' SBY!

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan