Taufik-Hidayat Kian Sengit Perebutkan Kursi Ketua MPR
Rabu, 30 September 2009 | 12:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Dukungan terhadap pencalonan Taufiq Kiemas sebagai calon Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat terus mengalir. Partai Keadilan Sejahtera yang menantang pencalonan Taufiq Kiemas dengan mengusung Hidayat Nur Wahid menuding dukungan terhadap Taufiq hanya klaim.
Salah satu dukungan atas pencalonan Taufiq Kiemas datang dari Partai Amanat Nasional. "PAN sudah bulat mendukung Taufiq Kiemas," kata Seretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Zulkifli Hassan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu (30/09).
Selain partainya, Zulkifli melanjutkan, Partai Persatuan Pembangunan dan Golkar kemungkinan juga akan mendukung Taufiq Kiemas. Sebelumnya PDI Perjuangan juga mengklaim telah mndapat dukungan dari Demokrat.
Namun pernyataan Zulkifli Hassan dibantah Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Lukman Hakim Syaifuddin. Ia mengatakan pihaknya belum memutuskan akan mendukung siapa dalam pemilihan Ketua MPR nanti. "Masih wacana, perlu dimatangkan lagi," kata Lukman.
Pihaknya, Lukman melanjutkan, menunggu hasil keputusan Mahkamah Konstitusi sebelum mengambil sikap dalam bursa pemilihan Ketua MPR.
Siang ini Mahkamah Konsititusi akan menggelar sidang pembacaan putusan atas uji materi Undang-undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Uji materi diajukan anggota DPD memperkarakan komposisi Pimpinan Ketua MPR. Dalam Undang-Undang tersebut dinyatakan Pimpinan MPR terdiri dari 5 orang, 3 dari DPR dan 2 dari DPD. Ketua MPR ditetapkan dari DPR. Ketentuan ini, oleh DPD, dianggap tak adil.
Selain gugatan dari DPD, bursa pemilihan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat juga menjadi panas karena Taufiq Kiemas mendapat tantangan dari Hidayat Nur Wahid yang diusung Partai Keadilan Sejahtera.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fachry Hamzah mengatakan dukungan Demokrat atas pencalonan Taufiq Kiemas hanya klaim PDI Perjuangan. "SBY kan pasti ingin punya kendali atas koalisi," kata Fachry.
Partai Keadilan Sejahtera, kata Fachry, adalah partai peserta koalisi yang turut berjuang memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono. Sebaliknya, Fachry melanjutkan, PDI Perjuangan adalah lawan Yudhoyono dalam pemilihan presiden dan wakil presiden. Karena itu partainya optimistis dukungan Demokrat akan diberikan ke Hidayat Nur Wahid.
Apalagi, kata Fachry, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah berkomitmen memberikan dukungan atas pencalonan Hidayat Nur Wahid. "SBY menyatakan, 'Pak Hidayat, saya senang kalau Pak Hidayat menjadi Ketua MPR.' Yang kongkret itu yang diomongkan (SBY) atau isu," kata Fachry.
DWI RIYANTO AGUSTIAR





Komentar Anda [3] :