close

Pimpinan KPK Baru Janjikan Pemberantasan Korupsi Bebas Intervensi

Selasa, 06 Oktober 2009 | 17:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sementara yang baru saja dilantik, Selasa (6/10), menjanjikan lembaga tersebut akan melanjutkan pemberantasan korupsi dan bebas dari intervensi manapun. "Anda kan sudah mendengar, salah satu dari sumpah itu bahwa kita tetap tidak akan mau diintervensi oleh apapun, itu jaminan dr kami, tekad kami," kata salah satu pimpinan sementara KPK Tumpak Hatorangan Panggabean usai pelantikan di Istana Negara, Selasa (06/10).

Tumpak yang juga mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi periode sebelumnya menyatakan dalam melaksanakan tugas dan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi, mereka akan tetap pada prinsip-prinsip yg telah diatur dlm UU No 30 tahun 2002. Lima prinsip yang menurutnya harus ditegakkan adalah kepastian hukum, kepentingan umum, transparansi, akuntabilitas, dan proporsionalitas.

Menurutnya, usai pelantikan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi sementara dan yang masih tersisa akan segera melakukan konsolidasi dan evaluasi. Tugas-tugas yang tertunda oleh Komisi Pemberantasan Korupsi karena berbagai masalah yang menimpa institusi tersebut akan segera diselesaikan.

Pimpinan sementara Komisi Pemberantasan Korupsi lainya, Waluyo menyatakan pengalamannya sebagai mantan deputi pencegahan di Komisi Pemberantasan Korupsi menjamin dirinya akan langsung bisa bekerja. Ia juga berjanji akan menuntaskan kasus-kasus yang saat ini terhenti. "Semuanya kalau seandainya bukti-buktinya jelas itu pasti akan kita tuntaskan," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Mas Achmad Sentosa. Meski tergolong orang baru di Komisi Pemberantasan Korupsi, Ia mengaku tak asing dengan lembaga tersebut. "Saya tidak merasa asing dan gamang karena saya merasa bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi adalah bagian dari rumah saya juga," katanya

Menurutnya, ada tiga hal yang harus segera dilaksanakan. Pertama, memulihkan kepercayaan publik. Kedua adalah membangkitkan kembali semangat teman-teman di Komisi Pemberantasan Korupsi dan terakhir membangun sinergi dan koordinasi dengan para penegak hukum lainnya terutama polisi dan kejaksaan serta memobilisasi dukungan politik dari eksekutif dan legislatif .

Meski mengaku siap untuk segera bekerja, namun ketika ditanyakan kasus apa yang akan diprioritaskan untuk dituntaskan ketiganya menjawab akan berkondolidasi dan evaluasi terlebih dahulu. "Kita belum ketemu, saya belum tahu kasusnya apa saja," kata Mas Achmad.

Hal yang sama diungkapkan Waluyo. "Kita belum lihat sisi-sisi yang di dalam bagaimana. Jadi nanti kan kita bisa lihat dulu ke dalam, kita diskusikan apa saja yg ada, mungkin besok lebih jelas," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi aktif M Jasin mengaku menerima sepenuhnya pimpinan sementara Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurutnya, tim lima telah menerima rekomendasi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi aktif yang meminta agar dipilih pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode sebelumnya agar bisa segera bekerja." Ternyata munculnya Pak Tumpak, juga ada Waluyo, semua sudah tahu bagaimana kerja mereka di Komisi Pemberantasan Korupsi," katanya.

Ia berharap setelah pimpinan lengkap maka Komisi Pemberantasan Korupsi bisa langsung tancap gas. Ia pun menegaskan akan segera menuntaskan kasus jika bukti-buktinya sudah cukup. "Tidak ada alasan untuk menghentikan kasus mana pun juga, tidak ada kasus mana pun juga apabila buktinya sudah memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan," katanya.

Prioritas korupsi yang akan dituntaskan pertama adalah kasus yang menyangkut pejabat negara, penegak hukum dan menarik perhatian publik.

Hari ini, tga Plt pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya resmi dilantik. Ketiganya dilantik di Istana Negara disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ketiga pimpinan KPK itu yakni Tumpak Hatorangan Panggabean yang menggantikan Atasari Azhar, Waluyo menggantikan Bibit Samad Riyanto dan Mas Achmad Santosa menggantikan Chandra M Hamzah. Upacara pelantikan berlangsung singkat da hikmat serta dihadiri sejumpah pejabat tinggi negara. Tampak hadir Ketua MPR Taufiq Kiemas didampingi wakil ketua MPR lainya. Ketua MK Mahfud MD, Ketua DPD Irman Gusman, Jaksa Agung Hendarman Supanji, Panglima TNI Djoko Santoso dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

GUNANTO ES

Info Grafis

  • Nasib Susno Di Ujung Tanduk

    Susno dikabarkan sempat melakukan pertemuan dengan Anggoro Widjojo di Singapura. Padahal saat itu nama Anggoro sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).

  • Rekayasa Buaya Terhadap Cicak

    Berikut ini perjalanan kasus yang sering disebut-sebut sebagai perang antara Cicak (KPK) vs Buaya (polisi) ini.

  • Mereka yang Disebut Bakal Pimpin KPK

    Sejumlah nama sudah disebut-sebut sebagai calon penjabat sementara pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Berikut ini beberapa diantaranya:

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan