Kala Duta Kondom Ingin Jadi Bupati Pacitan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Tingkah Julia Perez agak berbeda. Tak terlihat kemayu dan merayu di depan kamera. Dikerubungi wartawan, dia membenarkan letak kaca matanya lebih dulu sebelum angkat bicara. "Iya aku siap meninggalkan dunia hiburan demi menjadi calon Bupati Pacitan," ujarnya di Senayan, Selasa (30/3).
Jupe terang-terangan telah mengurangi aktifitas di dunia hiburan. Dalam sebulan terakhir hampir tak ada acara hiburan di berbagai stasiun televisi menayangkan wajahnya. Pekan lalu, dia muncul di stasiun televisi swasta, dengan topik pembicaraan pemilihan kepala daerah. "Justru karena memang aku nggak tahu jadi pengen tahu. Aku mulai belajar dari sekarang dunia politik dan seluk beluk tentang Pacitan dari berbagai sumber," imbuhnya.
Inilah untuk kesekian kalinya selebritas beralih profesi. Dari dunia hiburan ke politik. Sebelum Jupe –panggilan komersial Julia Perez-- sudah ada nama aktris cantik lainnya, sebut saja Ayu Azhari dan Cici Paramida atau yang sudah berhasil menikmati posisi, seperti Rano Karno (wakil Bupati Tangerang), Dede Yusuf (wakil Gubernur Jawa Barat), dan Diky Candra (wakil Bupati Garut).
Duta Kondom ini dinyatakan lolos penjaringan sebagai bakal calon Bupati Pacitan yang diadakan koalisi delapan yang menamakan diri Koalisi Amanat Persatuan Rakyat, terdiri dari Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Amanat Nasional, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Bulan Bintang, Partai Demokrasi Pembaruan, Partai Karya Peduli Bangsa, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Hanura Pacitan, Sutikono meluruskan pemberitaan. "Jadi pemberitaan di beberapa media salah kalau Jupe masuk penjaringan calon bupati, tapi wakil bupati,” katanya.
Kesediaan Jupe mencalonkan diri sudah bulat. “Saya sebagai anak Indonesia siap maju. Saya ingin memajukan Pacitan, karena saya empati dengan Pacitan," ujar wanita kelahiran 15 Juli 1980, yang menyingkirkan Cici Paramida dalam penjaringan bakal calon Bupati Pacitan.
Kini konstelasi politik Pacitan semakin panas. Muncul nama sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bukan selebritas, tapi embel-embel yang menghubungkan Nur Cahyono mempunyai hubungan darah dengan SBY semakin mendongkrak popularitas.
Nur Cahyono, 49 tahun, mengaku siap disandingkan dengan Jupe. "Antara saya dan Julia Perez ada kesamaan visi dan misi untuk mengembangkan Pacitan," katanya kepada Tempo di sebuah cafe di kawasan Dusun Jaten, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Kamis (1/3).
Bagi Nur, citra Jupe yang banyak menuai protes bukan menjadi penghalang. "Semua punya hak politik sebagai warga negara," kata Nur, yang mempunyai pengalaman politik sebagai Kepala Desa Pagotan, Kecamatan Arjosari selama dua periode atau 16 tahun sejak 1990-2006.
Masuknya para artis terutama Jupe menjadi bakal calon bupati, memunculkan tanggapan pro dan kontra di masyarakat Pacitan. “Kalau saya siapapun berhak jadi bupati atau wakil bupati Pacitan, asalkan punya kemampuan dan komitmen membangun dan mengembangkan Pacitan,” jelas Hendro, warga Pacitan. Lain halnya dengan Yuliati, yang menyorot kepribadian Jupe. “Kalau saya nggak setuju, cara berpakaiannya saja seperti itu, pengalaman di bidang politik atau birokrasi juga nggak ada,” ujar Yuliati.
Tidak saja warga, dari delapan partai koalisi, ada dua partai yang mengaku jengah dengan dukungan terhadap pencalonan Jupe ini. "DPD memang sudah dikonfirmasi Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Pusat PAN dan internal PAN memutuskan tidak mengusung nama Jupe,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Kabupaten Pacitan, Hadi Susilo.
Segendang sepenarian, Partai Bulan Bintang juga menolak untuk memberikan dukungan kepada Jupe. “Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bulan Bintang Jawa Timur secara tegas menyatakan tidak pernah dan tak akan pernah mendukung figur yang serupa atau sama dengan Julia Perez,” kata Ketua DPW PBB Jatim Sudarno Hadi, di Surabaya.
Menanggapi partai politik yang berjamaah membawa jago pilkada beratribut selebritas, peneliti LIPI yang juga aktivis perempuan, Jaleswari Pramodyawardhani menanggapi miring. Dia mempertanyakan, mengapa pilihannya jatuh pada Jupe. “Masih banyak perempuan-perempuan handal di negeri ini yang bisa dijadikan panutan atau pemimpin,” ujarnya, dalam sebuah wawancara televisi.
Hal senada diungkapkan J Kristiadi. Pengamat politik dari CSIS ini justru melihat adanya fenomena partai politik saat ini krisis kader. “Sikap itu menunjukkan parpol yang tidak memiliki kader yang layak dan handal untuk dijual.”
Apa yang salah dari Jupe?
Dari situs jejaring sosialnya, Jupe yang memiliki nama asli Yuli Rachmawati, mengawali karir sebagai sekretaris di perusahaan swasta. Setelah mendapat kesempatan belajar ke Belanda, dia berkenalan dengan model pria Prancis Damien Perez, yang kemudian menjadi suaminya.
Sejak itulah, Jupe kemudian malang melintang di dunia model sampai mengantarkannya menjadi bintang panas, dengan tampil di majalah dewasa FHM dan Maxim di Prancis. Pulang ke tanah air, Jupe langsung menceburkan diri di dunia hiburan. Tampil di beberapa sinteron, antara lain Komedi Nakal, Penjaga Pantai, dan juga tampil di film layar lebar seperti, Susahnya Jadi Perawan, Beranak Dalam Kubur, dan The Saman.
Tak menyia-nyiakan ketenarannya, Jupe juga merilis album bertajuk “Kamasutra.” Untuk mengangkat penjualan CD musik ini, diselipkan satu lembar kondom di dalamnya. Alhasil, album ini membuat geger karena Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, saat itu, tak berkenan karena menganggapnya sebagai dukungan terhadap pergaulan bebas.
Kini, Jupe --yang dikenal masyarakat awam biasa mengenakan baju pas di badan dan menunjukkan belahan dadanya itu-- siap menjadi ibu Wakil Bupati Pacitan. “Saya dengan senang hati menerima kritikan dan saran dari semua pihak. Saya tetap optimis maju jadi Bupati Pacitan. Tapi kalau saya, saya ingin majukan kota Pacitan," ujar pemilik tato bergambar Kalajengking di perut bagian bawah ini.
NUR HARYANTO
Komentar (31)
like this !!
quote :
"Orang Jawa bilang di jaman kolobendu jaman gila pepatah Jawa " Rumongso iso nsnging ora biso rumongso " orang itu hanya bisa merasa bisa walaupun tidak mempunyai kemampuan , dan dalam agama Islam mengatakan "Tunggulah kehancuran nya jika sesuatu didak diserahkan pada akhli nya ." itulah yang terjadi di bangsa ini orang menjadi manajer saja ada fit and propertes, jadi kepalah daerah itu kan manajer suatu Daerah kok hanya "bondo susu sama Kondom "....oh..jagat..."
Kalau Jupe Bupati Pacitan, maka Daerah itu Pasti maju terutama di Bidang Pari
wisata, karena wisatawan akan ramai ramai berkunjung melihat Paha dan Susu Gedek, zaman edan rupanya Dunia sudah mau kiamat.
jikalao suatu urusan diserahkan kepada yg bukan ahlinya, tunggulah kehancuran itu.
Apa salah dengan JUPE?? Lihat dosa anda, sebelum mengoreksi orang lain. Jangan sampai cuma modal RITUAL saja sudah sombong, bilang ahli Surga! Jangan picik dong menilai orang lain. Apakah bupati dan wakil2 rakyat yang merasa terhormat dan merasa ritual nya bagus juga ngurusin rakyat?? Apakah mereka sedih dikala rakyatnya kelaparan?? Negeri korupsi ini, kalau memang nanti ada surga & neraka percaya deh semua juga pada berendam di neraka!!! Jangan bersembunyi kemunafikan di balik jubah2 AGAMA..BUAT APA?? siapa YANG hendak anda tipu??
calon bupati dipatok setoran 7 m ama parte, kalo duit ngutang, APBD bisa digoyang buat bayar bandar, tambah bunga, tambah untung, tambah semua proyek yg ngerjain bandar - kaciiian rakyat tetep mlarat, miskin, bodo jadi pengemis, kalo duit sendiri bisa gila kayak calon bupati ponorogo - makanya rame2 bikin partey gak usah cari kader, gak perlu susah2, asal setor, calon mau jadi garong, bereeeeeeees

