Promosi Dongeng

Rabu, 06 Agustus 2008 | 21:05 WIB

Majalah TEMPO, Jakarta:

Becky Tumewu, 38 tahun, sungguh prihatin mengetahui kedua putrinya, Tara, 8 tahun, dan Kayla, 5 tahun, tak me­ngenal Dayang Sumbi, tokoh dalam dongeng Tangkuban Perahu. Cerita rakyat dari Jawa Barat itu rupanya kalah tenar ketimbang dongeng impor seperti Pinokio, Cinderella, atau film kartun di televisi.

Dari sana muncul ide membuka kelas do­­-ngeng di lembaga kursus miliknya. Agus Djapan Sodik, pendongeng yang akrab disapa Kak Agus, didaulat memimpin kelas. ”Aku dan Agus memiliki idealisme sama, ingin anak-anak tidak lupa pada cerita rakyat,” ujar pemilik nama lengkap Ruth Lidwina Rebecca Tumewu itu.

Kini puluhan anak sudah terdaftar di kelas dongengnya. Selama dua jam, bocah-bocah usia 5-12 tahun itu akan diperkenalkan pada cerita rakyat Indonesia. Sebut saja Timun Mas, Bandung Bondowoso, atau Bawang Merah-Bawang Putih. Orang tua juga dilibatkan agar ­mereka tahu bagaimana mendongeng untuk anak. Ya, agar cerita rakyat tak luntur di negeri sendiri.

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
  • Tangkuban perahu

    Saya butuh dialognya klo ada kirim di e-mail saya
    Pengirim : Alsagan di Slawi
1
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :