Koes Plus Kembali Hadir  

Selasa, 14 Oktober 2008 | 21:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta :Setelah lama absen dari blantika musik, kini kelompok musik Koes Bersaudara atau yang dikenal Koes Plus kembali hadir untuk menghibur publik di tanah air.

Namun, kali ini tampilan mereka lain. Kalau dulu, di saat jaya-jayanya di era 70-80 an, mereka membawakan lagu-lag bertema cinta dengan musik bernada rock n' roll, atau pop. Kini tema-tema itu berubah.

Kelompok musik yang pernah menjadi ikon musik pop Indonesia itu, kini mengangkat tema kehidupan masyarakat kecil. "Ini baru pertama kalinya, bagi Koes Plus membawakan lagu bertema kehidupan masyarakat," tutur Yon Koeswoyo saat soft launching album baru di Cafe Z-One di Kawasan Jakarta Selatan, Selasa (14/10).

Ihwal tema itu, Yon Koeswoyo mengaku sebagai sebuah bentuk kepedulian Koes Plus atas kondisi masyarakat kecil yang semakin berat menghadapi beban hidup. "Ini juga bermaksud untuk memberikan himbau kepada pemerintah bahwa masih banyak yang hidup sengsara," aku Yon.

Lantaran itulah, ia mengaku sangat bangga menyanyikan lagu-lagu dalam album baru mereka yang rencananya hanya berisi empat lagu itu. "Saya bangga, bisa menyuarakan kegundahan rakyat kecil," tandas Yon.


Pasalnya, di saat penderitaan mendera di saat kondisi sosial masyarakat yang tak lagi peka terhadap solidaritas sosial, kelompok masih mampu berusaha menghibur mereka. Baginya, hanya lagu-lagu yang bertema tentang rakyat kecil dan menyuarakan kepedihan merekalah yang bisa memberikan kesejukan mereka. "Ini akan menjadi sebuah sejarah bagi kami. Meskipun kemungkinan lagu-lagu ini laku juga kecil," papar Yon.


Dan dalam album ini, formasi Koes Plus juga telah berubah. Pasalnya, tiga dari personilnya yang bermarga Koeswoyo, yaitu Toni Koeswoyo, Yok Koeswoyo, dan Nomo Koeswoyo telah tiada. Kini tinggal Yon Koeswoyo dan Mury yang tersisa, dan selebihnya diisi personil baru. Tapi, meski berubah Koes Plus ini, kata Yon, tetap akan menyuarakan kepedihan rakyat kecil.


Arif Arianto

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
  • Yok Koeswoyo

    Tonny Koeswoyo memang sudah lama meninggal tapi apa benar Yok dan Nomo Koeswoyo sudah meninggal? kapan? saya kok belum pernah dengar.


    Pengirim : arif budiawan di Jakarta
  • bila waktu dapat diputar kembali

    mengapa mas tony, yok dan nomo cepat pergi? kapan ada legenda lagi seperti kalian yang sempat masuk penjara hanya gara-gara menyanyi ngak-ngik-ngok?
    Pengirim : mas Djoko di Makassar
  • aransemen ulang lagu lama

    mas yon mbok lagu lawas sampeyan diaransemen ulang po'o. tp yg nyanyi tetap mas Yon.Salam kami dari warga ex H.Nawi
    Pengirim : hendra di jakarta
1
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :