close

Elly Kasim Masih Memendam Duka

Minggu, 29 November 2009 | 18:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Elly Kasim masih memendam duka akibat lindu berskala 7,9 skala Richter yang mengguncang bumi Minang akhir September lalu. Menurutnya, hingga kini para korban masih membutuhkan uluran tangan untuk meringankan beban mereka.

Duka itu yang memecut Elly untuk menggelar malam peduli gempa bersama sejumlah artis Minang seperti Dorce Gamalama dan Melly Zamri. Acara itu akan diselenggarakan 7 Desember mendatang di Taman Ismail Marzuki.

"Kita akan menggalang dana yang akan disalurkan langsung ke korban gempa. Kita sendiri yang akan menyalurkannya," kata Elly kepada Tempo di Mahakam, Blok M, Jakarta Selatan, Minggu, (29/11).

Menurut Elly, malam peduli gempa akan dikemas dalam bentuk semacam konser. Setiap penonton yang akan melihat pagelaran itu, diharuskan membeli tiket seharga Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. "Hasil penjualan itu yang akan disalurkan ke Sumatera Barat," ungkap Elly.

Elly begitu menekankan seputar dana yang akan disalurkan bersama kawan-kawannya itu. Soalnya, kata dia, sampai saat ini masih banyak bantuan untuk tanah leluhurnya yang tidak terdistribusikan secara merata.

"Kita melihat bantuan masih menumpuk, sementara kondisi korban begitu memprihatinkan. Makanya, salah satu dari kita ada yang mensurvei lokasi dulu. Biar bantuan jatuh pada orang yang membutuhkan," tambah dia lagi.

Elly berharap duka korban bisa sedikit terobati. Ia cukup mawas diri akan langkahnya untuk tanah leluhurnya itu. "Inilah yang kita bisa."

MUSTHOLIH

 

Info Grafis

  • Gempa Kuat Beraksi Lagi

    Gempa cukup kuat beraksi kembali di Jakarta. Pada Jumat (16/10) sore, gempa mengguncang dari lepas pantai Ujung Kulon.

  • Bumi Minang Luluh Lantak

    Saat malam tiba, Padang dan Pariaman yang luluh-lantak gelap-gulita. Listrik mati. Telepon terputus. Kematian menyebar di mana-mana.

  • Selat Sunda Bergerak

    Belum selesai para ahli gempa berhitung soal gangguan terhadap kerak bumi
    di kawasan Selat Sunda akibat gempa Rabu lalu, lindu terlepas dari kawasan
    itu.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan