Berebut Makanan Reject
Rabu, 04 Oktober 2006 | 01:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Seorang koki di Istana tak cuma harus mahir meracik resep dan bagus menyajikan menu, tapi juga harus cepat dalam mengolah setiap masakan. Sebab, 45 menit sebelum dihidangkan, semua menu harus menjalani serangkaian uji dari bagian food security.
Bagian ini, menurut Ottyawati Adji, Kepala Biro Pelayanan Rumah Tangga Istana, punya standar tertentu dalam menentukan makanan yang layak dikonsumsi presiden. Pemeriksaan makanan dilakukan menggunakan zat kimia dari bahan dasar. "Mereka punya perhitungan kadar zat yang boleh dikonsumsi," ujarnya.
Jika bahan baku dianggap tak cocok atau bisa mengganggu kesehatan, semua menu akan di-reject (ditolak). Otty mencontohkan ada terasi buatan perajin yang ternyata tidak memakai bahan baku udang sesuai dengan standar. "Jadi di-reject bukan karena beracun, tapi karena standar khusus tadi," dia menjelaskan. Walhasil, makanan reject itu akhirnya dimakan beramai-ramai. "Makanan hasil olahan saya selalu jadi rebutan," Atun Budiono, Kepala Koki Istana, menimpali. l Badriah





