30 Hari Mengurus Asap

Selasa, 17 Oktober 2006 | 00:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Nama Juwono Sudarsono layak masuk Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai orang yang menjadi anggota kabinet di bawah empat presiden.

Selama 30 bulan, anak bungsu dari empat bersaudara dari keluarga diplomat senior Dr Sudarsono itu pernah menjadi menteri di bawah tiga presiden: Menteri Negara Lingkungan Hidup dalam kabinet Soeharto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di bawah B.J. Habibie, serta Menteri Pertahanan dan Keamanan dalam kabinet Abdurrahman Wahid.

Karena itu, ia dapat ikut merasakan bagaimana pusingnya pemerintah mengatasi kabut asap yang telah dua bulan lebih menyelimuti sebagian langit Kalimantan dan Sumatera. Di pengujung kekuasaan rezim Orde Baru, 1998, ia pernah mengurusi soal asap. "Waktu kerja saya 70 hari. Tiga puluh harinya habis hanya untuk mengurus asap," tuturnya kepada Tempo, Jumat lalu.

Kala itu, ia pun menerima keluhan dari sejumlah negara tetangga, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Kunci penanganan dan pengendalian asap, kata mantan Duta Besar RI di Inggris ini, ada di lapangan. "Delapan puluh persennya itu di lapangan," ujarnya.

Menurut dia, banyak yang membakar ladang sebagai salah satu cara termurah. Di sisi lain, pemerintah tidak punya orang yang mampu menangani pembakaran lahan ini. Selain soal asap, siklus bencana yang melanda Indonesia adalah banjir. "Ini tiap tahun. Bulan sekarang ini asap, Februari nanti banjir," ujarnya sambil tersenyum. DIAN YULIASTUTI

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :