Todung Mulya Lubis Pesta Ulang Tahun Ke-59

Jum'at, 04 Juli 2008 | 21:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Meski baru saja mendapatkan sanksi pemecatan oleh Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia, tidak menghalangi Todung Mulya Lubis untuk menggelar pesta.

Jum'at hari ini (4/7), pengacara senior itu menggelar pesta ulang tahun yang ke-59 di kantornya, Gedung Mayapada lantai 5, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Meski sedang dirundung "musibah", pesta kecil yang digelar kali ini malah lebih meriah ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Pesat dihadiri banyak kolega mantan aktivis Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia ini.

Tokoh yang hadir antara lain, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Adnan Buyung Nasution, mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman, mantan Sekretaris Kabinet Marsillam Siamnjuntak, H.S. Dillon, Sofyan Wanandi, August Parengkuan, dan tokoh angkatan 66 Rahman Toleng. Dari kalangan pers hadir antara lain Bambang Harymurti, Fikri Jufri, Saur Hutabarat, dan Daniel Dhakidae.

Beberapa tokoh sempat menyampaikan pidato sambutan disela acara. Adnan Buyung Nasution misalnya, mengaku bangga dengan Todung. Buyung mengaku selalu memantau kiprah juniornya itu hampir selama 30 tahun. “Pesan saya, meski sekarang lagi jatuh tetap bangun lagi. Itu baru namanya pejuang,” kata Buyung.

Rahman Toleng dalam sambutannya mengatakan Todung harus menggunakan momen kejatuhannya ini untuk lebih berkiprah didunia politik nilai, dan meninggalkan politik kekuasaan. “Saat inilah momennya (untuk mengembangkan politik nilai),” kata Rahman.

Di usia yang sudah lewat separuh abad ini, Todung berjanji menyediakan lebih banyak waktu untuk masyarakat. Todung mengaku prihatin dengan kondisi bangsa Indoenesia yang saat ini dalam kedaaan sakit. Banyak pejabat negara justru tertangkap tangan melakukan tindak pidana korupsi, perilaku wakil rakyat yang tidak terpuji.

“Kalau ini dibiarkan, Indonesia akan menjadi negara mafioso,” kata Todung saat dihubungi, Jum'at (4/7) di kantornya.

Todung juga berjanji akan mengembangkan sikap berpolitik yang lebih bermartabat dan bernilai. Dia sendiri mengaku melakukan kegiatan politik bukan untuk mendapatkan jabatan politik. “Saya doing politics without politic,” kata dia. Erwin Dariyanto

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :