<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
				<!DOCTYPE rss PUBLIC "-//Netscape Communications//DTD RSS 0.91//EN"
				"http://my.netscape.com/publish/formats/rss-0.91.dtd">
				<rss version="0.91">
				<channel> 
<title>Tempointeraktif.com - Headline...</title> 
<item>
					<title> Perusahaan Cina dan India Buru Batu Bara Indonesia </title>
					<link>http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2008/05/15/brk,20080515-123094,id.html</link>
					<description> Besarnya kebutuhan batu bara India dan Cina menyebabkan mereka berburu ke Indonesia. Apalagi kedua negara itu pun memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara berkalori rendah, sama dengan mega proyek PLTU 10 ribu MW di Indonesia. 
 </description>
					</item> 
<item>
					<title> Produsen: Target Penjualan Motor Bakal Tercapai </title>
					<link>http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2008/05/15/brk,20080515-123093,id.html</link>
					<description> Penjualan sepeda motor pada tahun ini diperkirakan akan mencapai target sebesar 5,39 juta unit meski pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak. Kenaikan harga bahan bakar maksimal 30 persen dinilai kalangan produsen masih realistis. </description>
					</item> 
<item>
					<title> Kenaikan Harga BBM Maksimal 30% </title>
					<link>http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/05/14/brk,20080514-123092,id.html</link>
					<description> Pemerintah telah menyediakan anggaran sebesar Rp 14,1 triliun untuk program BLT selama tujuh bulan, dan akan ditujukan kepada 19,1 juta rumah tangga sasaran.  </description>
					</item> 
<item>
					<title> Pemerintah Kaji Pembelian Pesawat Jet Latih </title>
					<link>http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/05/14/brk,20080514-123091,id.html</link>
					<description> Rencananya pemerintah Indonesia akan membeli enam unit pesawat jet dengan kisaran harga $20-25 juta per pesawatnya. </description>
					</item> 
<item>
					<title> Kalla: Tak Pernah Ada Konflik Benar-benar Karena Agama </title>
					<link>http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/05/14/brk,20080514-123090,id.html</link>
					<description> "Semua karena ketidakseimbangan politik dan ekonomi, kondisi ketidaksiapan ketika demokrasi digulirkan," kata Kalla di depan para tokoh agama dari 12 negara. </description>
					</item> 
</channel>
					</rss> 
