Bapepam Akan Gugat Eurocapital

Jum'at, 05 September 2008 | 20:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) berencana menggugat balik PT Eurocapital Peregrine Securities (EPS). Bapepam merasa nama baiknya dicemarkan, setelah Eurocapital  membeberkan dugaan suap oleh mantan direktur utamanya kepada pejabat Bapepam-LK, Arif Baharudin.

"Tuduhan mereka ngawur, mencemarkan nama baik pejabat Bapepam tanpa bukti, saya yakin Arif bukan orang yang mau disuap. Kita akan menggugat balik Rudi Rusli," kata Ketua Bapepam Fuad Rachmany, Jum'at (5/9). 

Fuad merasa tuduhan Rudi tak berdasar, karena tidak ada bukti. Selain itu, permasalahan utamanya adalah antara Rudi Rusli sebagai komisaris utama Eurocapital dan Jodi Haryanto yang merupakan mantan direktur utamanya.

Dia menambahkan, rencana gugatan Bapepam sedang diurus oleh Kepala Biro Hukum, dan pihak Bapepam belum bisa memastikan apakah gugatan tersebut masuk pidana atau perdata. "Saya tidak tahu perdata atau pidana, yang jelas mereka (Rudi Rusli) sudah mencemarkan nama baik Bapepam" katanya.

Fuad menambahkan, dengan adanya tuduhan tersebut, membuat citra Bapepam sebagai institusi menjadi buruk, dan kemudian membuat citra pasar modal indonesia menjadi buruk di mata investor.

Arif  enggan memberikan komentar seputar dirinya yang dituduh menerima suap. Pada Rabu (3/9) dalam konfrensi persnya, ia menyatakan dirinya tidak pernah menerima suap dari siapapun termasuk dari Jodi Haryanto.

Meski membantah di tubuh Bapepam terjadi praktek suap, namun Fuad menegaskan akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap bawahannya terutama bila ada informasi dari luar mengenai dugaan suap dan praktek kotor lainnya."Meski saya yakin Bapepam bersih, tapi saya tidak menutup mata, kami punya biro kepatuhan internal untuk memeriksa" katanya.

Fuad juga terbuka bila Komisi Pemberantasan Korupsi datang dan memeriksa Bapepam. Menurutnya hal tersebut bisa membantu Bapepam mengaudit institusinya. "Kalau mereka mau periksa silahkan saja, itu akan membantu kami" katanya

ARI ASTRI YUNITA
 

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :