Penurunan Indeks Saham Masih Berlanjut
Selasa, 07 Oktober 2008 | 07:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekbis:Analis memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali mengalami pelemahan mengikuti pergerakan bursa global hari ini. "Indeks diprediksi masih akan dalam tren <i>bearish</i> (menurun) dengan kisaran pergerakan 1.590-1.730 poin," kata analis pasar modal PT Optima Securities, Ikhsan Binarto, saat dihubungi <I>Tempo</I>, Selasa (7/10).
Selain itu, penentuan BI Rate (suku bunga Bank Indonesia) yang diprediksi bakal naik 25 basis poin ke level 9,5 persen akan memberi sentimen negatif. Kenaikan BI Rate akibat inflasi bulan September yang tercatat 0,97 peren atau 12,14 persen (bulan yang sama tahun lalu).
Apalagi indeks pascalibur Lebaran tercatat turun drastis sebesar 10 persen ke posisi 1.684 pada penutupan perdagangan Senin kemarin. "Pergerakan ini mendekati level terendah intraday selama bulan September di level 1.592," ujar Ikhsan.
Menurut Ikhsan, penurunan juga dipicu oleh faktor eksternal seperti turunnya harga minyak yang tembus di bawah US$ 90 per barrel. Sehingga kondisi tersebut membuat kontrak CP0 (minyak sawit mentah) turun hingga di bawah 2.000 ringgit Malaysia per ton.
"Termasuk melemahnya rupiah keposisi diatas Rp 9.500 per dolar Amerika Serikat juga menjadi pemicu pelemahan," kata dia.
Kondisi negatif yang demikian, kata dia, mempengaruhi psikologis pasar saham sehingga berpotensi terjadi panic selling (penjualan akibat kepanikan) yang menekan investor menggunakan fasilitas margin atau repo. Pilihan saham: BNII, APEX, PGAS, ASII dan PTBA.
WAHYUDIN FAHMI






Komentar Anda :