Bank Indonesia Dukung Suspensi Bursa
Rabu, 08 Oktober 2008 | 17:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta :Bank Indonesia (BI) mendukung langkah Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham karena kondisi pasar yang tidak kondusif. Penghentian tersebut bertujuan untuk menenangkan pasar dari kepanikan.
Deputi Gubernur Senior BI Miranda Swaray Goeltom mengatakan BI memahami langkah yang diambil otoritas bursa menghentikan perdagangan. Sebab, kalau pasar terus dibuka dikhawatirkan kondisi pasar saham akan lebih buruk. "Ini bukan sesuatu yang aneh, di bursa saham lain pun terjadi masalah yang sama," kata Miranda di gedung Bank Indonesia Jakarta, Rabu (8/10).
Dia menjelaskan bahwa dalam tiga hari terakhir indeks perdagangan saham sudah turun sekitar 20 persen dan menurut ketentuan yang berlaku maka otoritas bursa memang sudah seharusnya menghentikan perdagangan.
"Suspensi bisa membantu menenangkan pasar dan kalau kondisinya sudah tidak bergejolak maka perdagangan bisa dibuka kembali," ujarnya.
BI dan pemerintah, lanjut dia, terus memantau perkembangan pasar global, kalau kepanikan sudah mereda maka otoritas bursa bisa kembali membuka perdagangan.
Otoritas Bursa memutuskan menutup perdagangan saham pada sesi pertama mulai pukul 11.08 WIB karena hancurnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 10,38 persen atau 168,052 poin ke posisi 1.451,669.
Transaksi saham yang dicatatkan sebelum bursa disuspensi, sebanyak 27.494 kali dengan volume 1,129 miliar unit saham senilai Rp 988 miliar.
Kejatuhan indeks juga terjadi di bursa-bursa dunia. Indeks Hang Seng turun 5,44 persen, Seoul turun 3,54 persen, KOSPI turun 3,42 persen.
Eko Nopiansyah
Topik :






Komentar Anda :