Suspensi Dinilai Tepat
Rabu, 08 Oktober 2008 | 18:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta :Analis HB Capital James Bryson menilai langkah otoritas Bursa Efek Indonesia melakukan suspensi siang tadi cukup tepat. Dia menilai hal ini sebagai satu langkah pengamanan dari anjloknya nilai saham.
James mengakui suspensi yang dilakukan Bursa Efek Indonesia ini baru kali ini terjadi. Menurutnya langkah dari otoritas ini sebagai langkah koreksi agar investor lokal dan asing tenang.
Dia mengatakan, hingga tadi pagi terjadi kepanikan yang luar biasa dari pelaku pasar. "Jadi kalau ada suspensi orang bisa berpikir ulang," ujar James saat dihubungi Tempo, Rabu (8/10).
Anjloknya bursa saham di Indonesia ini, sebut James, tidak hanya karena pengaruh regional saja. Tetapi karena faktor ekonomi makro atau likuiditas ekonomi global. Pada pasar yang masih berkembang seperti Indonesia, para investor mengalami ketakutan dan mengambil uang mereka.
Dia menuturkan penurunan indeks saham secara global terjadi cukup signifikan seperti Nikei turun 9,6 persen, London turun 6 persen, demikian juga bursa di Jerman dan negara lainnya. Bahkan ada pula yang melakukan langkah yang sama dengan Indonesia yakni bursa efek Rusia.
Soal kerugian, kata James, diperkirakan investor mengalami kerugian antara 5-20 persen. Namun hal itu tergantung sahamnya. Dia mencontohkan saham Indosat turun 23 persen, Danamon turun 21 persen dan Adikarya 19 persen. Kendati demikian dia mencatat ada 6 saham yang harganya naik.
Menyinggung kemungkinan pembukaan kembali Bursa Efek Indonesia besok, James mengaku belum bisa memastikan. Namun jika melihat volume perdagangan sebelum suspensi mencapai kisaran Rp 1 triliun meski pasar turun, diperkirakan bisa naik dengan cepat."Belum tahu pasti, kita lihat saja hingga pukul 09.00 WIB besok," ujarnya.
Dian Yuliastuti
Topik :






Komentar Anda :