Tujuh BUMN Siap Lakukan Pembelian Kembali
Minggu, 12 Oktober 2008 | 20:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta :Tujuh emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersiap membeli kembali (buy back) sahamnya yang kini beredar di publik. Mereka akan melakukannya saat perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka kembali perdagangannya. Salah satunya adalah PT. Aneka Tambang Tbk.
Perusahaan ini, Minggu (12/10) sore menyatakan kesiapannya untuk melakukan buyback kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) yang diwakili oleh penjamin emisinya, Bahana Sekuritas.
Untuk pembelian ini, Antam menyiapkan dana sebesar Rp 200 miliar yang diambil dari kas internal perseroan. Namun perseroan belum menentukan berapa persen saham yang akan dibeli kembali.
"Batas maksimum pembelian kembali sebesar Rp 200 miliar, berapa saham yang akan dibeli itu tergantung harganya" kata Sekretaris Perusahaan Antam, Bimo Budi Satriyo, dihubungi Tempo lewat telepon, Minggu (12/10).
Ia mengatakan dana yang disediakan tersebut belum tentu dihabiskan dalam masa buyback tiga bulan. Hal itu, menurutnya, sangat bergantung pada harga saham berkode ANTM di pasar.
Selain Antam, emiten BUMN lain yang bersiap melakukan buyback antara lain PT. Semen Gresik Tbk, PT. Wijaya Karya Tbk, PT. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT. Adhi Karya Tbk, PT. Jasa Marga Tbk, dan PT. Perusahaan Gas Negara Tbk.
Sejak dibuka kemarin, Sabtu (11/10), hingga ditutup sore tadi, pendaftaran program pembelian kembali (buyback) saham di kantor Bapepam sepi peminat. Dari lebih dari 300 emiten yang tercatat di BEI, hanya 12 emiten yang menyatakan kesiapannya untuk buyback.
Selain tujuh emiten BUMN ada lima emiten yang mendaftarkan dirinya untuk program ini yaitu PT. Duta Graha Indah Tbk, PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk, PT. Surya Citra Media Tbk, PT. Elnusa Tbk dan PT. Sampoerna Agro Tbk.
"Sampai sore ini, tercatat 12 emiten yang mendaftar" kata Shoimun, pegawai sekretariat Bapepam.
Meski tak tercatat dalam daftar emiten yang siap melakukan buyback, namun PT. Bumi Resources Tbk juga menyatakan kesiapannya membeli kembali 20 persen sahamnya yang beredar di publik yaitu sekitar 3,88 miliar lembar saham dari total 19,4 miliar lembar saham yang ada di publik.
"Berdasarkan aturan Bapepam yang baru, kami siap membeli kembali 20 persen saham yang ada di publik" kata Investor Relation Bumi, Dileep Srivastava, Minggu (12/10) di Jakarta.
Pendanaan program ini, katanya, akan diambil dari gabungan antara kas internal dan pinjaman pihak ketiga, namun ia belum mau mengungkapkan berapa dana yang disiapkan perseroan.
Bumi masih berencana menambah porsi buy back-nya hingga lebih dari 20 persen. Namun hal itu, kata Dileep, masih perlu memintakan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).
Ari Astri Yunita
Topik :






Komentar Anda :