1 Jam Dibuka, Indeks di Bursa Jakarta Turun di Kisaran 6 Persen
Senin, 13 Oktober 2008 | 10:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Indeks bursa saham Jakarta, yang memulai perdagangan pada Senin (13/10) setelah dihentikan sejak Rabu (8/10), turun 5,77 persen atau 83,71 poin satu jam setelah dibuka ke 1.367,96.
Di menit-menit pertama dibuka, saham langsung turun di kisaran 6 persen. Saat perdagangan berjalan 20 menit, indeks sudah turun 6,07 persen ke 1.363,48 poin. Tapi menjelang menit ke-60, indeks sedikit membaik.
Sebelumnya Direktur Riset Danareksa, Purbaya Yudhi Sadewa, memperkirakan tidak akan terjadi kepanikan dalam pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia. "Saya pikir ada koreksi, tapi tidak pada level panik, sebab akan tetap terkoreksi," ujar Purbaya Yudhi pada Senin (13/10).
Menurut Yudhi meskipun rupiah sempat jatuh, masih ada beberapa kebijakan yang berlaku dalam usaha menahan rupiah. Bahkan Yudhi melihat ada beberapa peluang pasar regional yang cenderung stabil dan mulai naik. "Kemungkinan <I>rebound</I> saya rasa," ujarnya.
Yudhi tidak menyebutkan saham apa yang nilainya tetap stabil dan saham yang nilainya mulai naik. Namun Yudhi beranggapan, bahwa saham yang paling akan diminati adalah saham perkebunan.
"Saya pikir paling menarik saham perkebunan. Memang permintaan akan minyak dan gas banyak, tapi permintaan akan bahan pangan berbeda dengan permintaan minyak," ujarnya.
Yudhi tidak mengabaikan, apabila dalam jangka pendek saham perkebunan sering diterpa gonjang ganjing. Tapi menurut Yudhi saham perkebunan merupakan pilihan invenstasi yang aman dalam jangka panjang.
"Sebab walalu orang butuh minyak dan gas, tapi yang paling utama orang pasti membutuhkan pangan," ujarnya.
Nurkhoiri/Cheta Nilawaty
Topik :






Komentar Anda :