Kenaikan Indeks Hanya Jangka Pendek
Senin, 13 Oktober 2008 | 20:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta :Setelah aktivitas lantai bursa dibekukan selama tiga hari, pada sesi penutupan Senin (13/10), indeks saham menguat. Menurut Al Fatih, analis BNI Securitis, kondisi positif ini memang dharapkan.
Akan tetapi lanjutnya belum bisa dipastikan apakah kenaikan akan terus belanjut "Ini kenaikan jangka pendek" katanya. Ia melihat kondisi saham akan lebih stabil apabila Indeks harga saham gabungan mencapai posisi 1.600 - 1.700.
Kondisi penguatan ini turut dipicu oleh Intervensi pemerintah untuk menaikan besaran simpanan yang dijamin. "Ini meyakinkan investor untuk tidak panik." jelasnya.
Selain itu juga dipengaruhi dengan faktor regional degnan naiknya saham dunia. "Usaha yang dilakukan secara global dari bank sentral beberapa negara, serta pertemuan G7 mendorong suasana kondusif." tambahnya.
Meski indosat termasuk salah satu saham yang menguat, Al Fatih melihat bobot terbesar masih berada di saham Gas dan Telkom. Isu adanya minat pasar membeli saham indosat setelah pemerintah menambah jatah saham 65% untuk Qtel diangapnya sebagai sentimen positif terhadap bursa.
Al Fatih menegaskan, dilihat dari kinerja, perusahaan saham - saham papan atas (blue chip) telah memperlihatkan peningkatan dalam laporan keuangannya "Secara perusahaan tidak ada masalah, kondisi ini lebih dipicu oleh tekanan asing untuk menjual saham mereka." Ia menambahkan, tekanan ini harusnya diimbangi investor dalam negri.
Melihat beberapa indikator, termasuk intervensi pemerintah, Al Fatih menilai saham berpotensi untuk terus mengalami peningkatan sampai di titik 1500 - 1560. Akan tetapi, ia mengingatkan agar kondisi positif ini terus dijaga.
Vennie Melyani
Topik :






Komentar Anda :