Jepang Lakukan Berbagai Langkah untuk Dukung Bursa

Selasa, 14 Oktober 2008 | 09:14 WIB

TEMPO Interaktif, Tokyo: Pemerintah Jepang hari Selasa mengumumkan langkah-langkah untuk menstabilkan pasar saham yang sedang bermasalah, termasuk di antaranya mengendurkan pembatasan pembelian kembali saham oleh perusahaan pemilik.

Langkah itu diharapkan memperkuat pasar saham Tokyo, yang mencatat kenaikan 12 persen di awal perdagangan hari ini saat investor menyambut berbagai langkah pemerintah untuk meredakan krisis keuangan global.

"Pembatasan pembelian saham sendiri akan dikendurkan secepatnya, dari sudut pandang penstabilan pasar," kata Menteri Keuangan Shochi Nakagawa dalam sebuah pernyataan.

Jepang mempertimbangkan membekukan penjualan saham-saham yang dipegang pemerintah dan menegaskan persyaratan perdagangan saham untuk mengungkapkan lebih banyak informasi dalam pejualan cepat, ujarnya.

Nakagawa  tidak mengatakan berapa lama penghentian penjualan saham yang dipegang pemerintah akan berlangsung, namun dia mengatakan akan meminta Bank Jepang mengadopsi pembekuan serupa.

Pemerintah juga mempertimbangkan memperluas dukungan pemerintah atas industri asuransi jiwa untuk melindungi kepentingan pembuat kebijakan setelah jaminan saat ini jatuh tempo di bulan Maret 2009.

Yamato Life Insurance Jumat lalu mengajukan perlindungan kebangkrutan, yang menjadi perusahaan asuransi pertama yang bangkrut di tengah krisis kredit global.

Nakagawa juga berjanjii untuk menjamin pembiayaan untuk perusahaan kecil dan sedang, dengan mengatakan dia akan mengundang eksekutif iinstitusi keuangan dalam pertemuan Rabu untuk meminta mereka menjaga keuangan yang memadai.

Indeks Nikkei jatuh 9,62 persen Jumat lalu, yang menjadi kehilangan terbesar sejak "Black Monday" di  bulan Oktober 1987. Bursa Tokyo ditutup hari Senin karena libur nasional.

AFP/Erwin

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :