Minati Sarijaya, Investor Siapkan Rp 400 Miliar
Rabu, 07 Januari 2009 | 13:02 WIB
TEMPO Interaktif , Jakarta: Konsorsium empat investor berminat mengambil alih 100 persen PT Sarijaya Permana Sekuritas dari pemilik lama, Herman Ramli. Termasuk mengambil alih unit-unit yang berupa aset efek Sarijaya, satu pabrik plastik, satu perusahaan multifinance dan satu perusahaan asuransi yang dijaminkan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
Konsorsium yang merupakan gabungan investor lokal dan asing (dua dari Hongkong dan satu dari Australia) ini telah menyiapkan dana Rp 400 miliar. "Rp 250 miliar untuk recovery, dan Rp 150 miliar untuk ekspansi," kata juru bicara konsorsium investor Vier Abdul Jamal, di kantor Sarijaya, Jakarta, Rabu (7/1).
Vier yang mengaku sebagai hedge fund independen ini berharap proses negosiasi bisa rampung dalam pekan ini. Bahkan, ia melanjutkan, kemarin konsorsium sudah mempelajari laporan keuangan Sarijaya dari pagi hingga malam hari.
"Selanjutnya, kami akan meminta klarifikasi status hukum kasus ini dan konsultasi soal akuisisinya kepada Bursa Efek Indonesia," ujar dia.
Selain itu, ia menjamim pada akuisisi ini tidak ada afiliasi dengan pemilik lama. Bahkan, konsorsium ini tidak ingin ada opsi pembelian kembali (buyback) dari pemilik lama. "Dan kami tidak akan mengganti nama Sarijaya," katanya.
Sejak tanggal 6 Januari, BEI telah menghentikan sementara (suspensi) aktivitas perdagangan Sarijaya terkait kasus penyalahgunaan dana nasabah oleh Komisaris Utama Herman Ramli dan pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) yang tidak benar.
Herman Ramli telah ditahan Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolsian Republik Indonesia sejak 24 Desember 2008 karena dugaan penggelapan dana nasabah Rp 245 miliar.
Berdasar data BEI, pemegang saham Sarijaya adalah PT Karya Asa Mandiri Pratama sebesar 60 persen dan PT Puri Jaya Jagat Abadi 40 persen. Dulu, Sarijaya merupakan anak usaha Bank Bali milik keluarga Ramli.
WAHYUDIN FAHMI




Komentar Anda :