Phelps Si Manusia Ikan

Rabu, 13 Agustus 2008 | 14:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Datang ke Beijing untuk menjadi yang tercepat bukan mimpi bagi Michael Phelps. Memborong enam emas di Olimpiade Athena 2004, ia fenomena genetika: tubuhnya memiliki sejumlah keunggulan seekor ikan, serta kaki dan tangannya seperti dayung. Jika Phelps berhasil memecahkan rekor Mark Spitz yang menyabet tujuh emas di Olimpiade 1972, itu berkat kemampuan alamiahnya, latihan tak kenal lelah, teknik sempurna, dan—di balik itu semua—ilmu pengetahuan.

Memakai Speedo LZR Racer, baju renang ini memperkecil gesekan tubuh dengan air. Hasilnya, ”Ketika saya menyentuh air, saya merasa seperti sebuah roket,” ujar Phelps.

Racer memang terbukti unggul. Berikut ini faktanya:

  • Sepekan sejak diluncurkan pada Februari lalu, perenang dengan baju ini memecahkan tiga rekor dunia.
  • Hingga 29 Juni, jumlah rekor yang dipecahkan 40—dari seluruhnya 44 rekor dunia.

    Gesekan Air

    • Gesekan air musuh terbesar perenang. Di kelas 200 meter gaya bebas, misalnya, atlet yang berenang 6,1 kilometer per jam mengeluarkan 290 kilojoule energi hanya untuk melawan gesekan air.
    • Berenang seperti kupu-kupu terbang membikin asam laktat menumpuk di otot, sehingga otot kelelahan. Tubuh Phelps memproduksi lebih sedikit asam ini dibanding kebanyakan atlet.
    • Rentang tangan 2,01 meter, lebih panjang 7,62 sentimeter dari tinggi tubuh.
    • Badan lebih panjang dari kaki. Dari ujung kaki ke selangkangan hanya 81,28 sentimeter, sehingga bagian tubuh yang berada di atas permukaan air lebih besar dan meminimalkan gesekan tubuhnya dengan air.
    • Beberapa jenis olahraga memerlukan kekuatan, lainnya butuh kelenturan. Renang membutuhkan keduanya. Phelps memiliki siku, lutut, dan pergelangan kaki yang lentur, sehingga meluncur dengan gesekan air minimal.
    • 5 Jam per Hari
      Setiap hari, sepanjang tahun, Phelps berlatih empat jam di air dan satu jam di darat. Hasilnya, seribu kalori terbakar per jam. Dia pun mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar untuk mencegah kehabisan glikogen.
    • Hambatan terbesar dihasilkan bagian tubuh yang menonjol, melekuk, dan mengayun.
    • Master dalam teknik tendangan lumba-lumba, dengan cara inilah Phelps membuat lawan-lawannya selalu berada di belakang pinggulnya.

    SUMBER: POPULAR MECHANICS, SCIENCE, NATURE, BEIJING2008.CN

  • Topik :

    Komentar Anda :

    Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
    Kirim

    Nama:

    Kota:

    Email:

    Judul:

    Komentar:

    Kode Verifikasi :

    Masukkan Kode :