Bakteri Mulut Baru
Jum'at, 15 Agustus 2008 | 11:02 WIB
TEMPO Interaktif: Sebagai jalan masuk makanan, mulut adalah salah satu bagian tubuh manusia yang banyak dihuni mikroba. Kini para ilmuwan menemukan satu lagi spesies bakteri mulut.
Temuan ini dapat membantu peneliti memahami pembusukan gigi dan penyakit gusi serta perawatan gigi yang lebih baik, menurut riset yang dipublikasikan dalam International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology edisi Agustus. "Mulut manusia yang sehat adalah rumah bagi beragam mikroba, termasuk virus, jamur, protozoa, dan bakteri," kata Professor William Wade dari King's College London Dental Institute, Inggris.
Bakteri paling banyak jumlahnya, ada 100 juta dalam tiap mililiter ludah dan lebih dari 600 spesies. "Separuh di antaranya belum diberi nama dan kami mencoba mendeskripsikan dan menamai spesies baru itu," kata Wade.
Bakteri baru itu ditemui baik pada jaringan sehat maupun tumor dalam mulut. Para ilmuwan menemukan tiga jenis bakteri yang disebut Prevotella dan belum bisa diidentifikasi. Spesies Prevotella adalah bagian mikroba flora normal dalam tubuh dan diasosiasikan dengan berbagai penyakit mulut dan infeksi dalam berbagai bagian tubuh. Para ilmuwan menamai spesies baru itu Prevotella histicola--histicolaberarti "penghuni jaringan".
"Yang menarik, spesies ini diisolasi dari jaringan normal yang sehat dan jaringan kanker," kata Wade. "Ini menunjukkan bahwa bakteri mulut ini bisa menginvasi jaringan maupun sel."
Pembusukan gigi dan penyakit gusi adalah infeksi bakteri yang paling umum pada manusia. Penyakit itu disebabkan oleh adanya perubahan mikroba yang normalnya ada dalam mulut. Untuk memahami penyakit itu, para peneliti harus mengetahui terlebih dulu bakteri mana yang menghuni mulut.
Pengetahuan tentang komposisi mikroba mulut ini juga membantu ilmuwan menyusun langkah preventif baru dan perawatan penyakit mulut. "Deskripsi mendetail dan penamaan setiap spesies bakteri amat diperlukan sehingga laboratorium berbeda dapat mengenali semua spesies bakteri yang ada dalam mulut," kata Wade.
Sciencedaily
Topik :






Komentar Anda :