Adu Mahir Observasi Bintang
Kamis, 21 Agustus 2008 | 23:33 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:
Kemahiran melakukan observasi astronomi, baik menggunakan teropong maupun tanpa alat bantu, menjadi menu ujian para peserta Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika IOAA II, Kamis (21/8/2008). Lomba observasi dan analisis data itu dilangsungkan di Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian (Sespimpol) Lembang, Jawa Barat.
Para peserta diberikan waktu 40 menit untuk melakukan observasi di lapangan dengan mata telanjang ataupun memakai teropong. Dalam lomba yang dilakukan se;lepas matahari terbenam itu, mereka harus menganalisis data rasi bintang dan benda langit yang mereka lihat. "Total waktu yang diperlukan untuk observasi dan analisis data adalah lima jam," kata Ketua Panitia IOAA II Taufiq Hidayat kemarin.
Salah satu soal ujian, misalnya, peserta diminta mengidentifikasi bintang atau rasi bintang yang terdapat pada satu daerah langit tertentu yang ditunjuk teleskop. Selanjutnya, peserta juga diminta memotret satu daerah langit dengan menggunakan teleskop yang dilengkapi dengan kamera khusus untuk astronomi, sekaligus menganalisis data dari foto tersebut.
Materi soal untuk Olimpiade tahun ini, kata Taufiq, dipersiapkan oleh Indonesia selaku tuan rumah IOAA II. Namun, materi soal tersebut harus mendapat persetujuan team leader dari negara-negara peserta dalam International Board Meeting, yang akan menentukan soal mana yang akan dipakai pada saat lomba nanti. "Rabu malam kami sudah rapat dengan para pembina dan mereka semua setuju dengan materi soal itu," katanya.
Setelah menyelesaikan kedua lomba itu, berarti tinggal satu lomba lagi yang harus diikuti para peserta untuk memperebutkan medali Olimpiade. Ujian terakhir adalah teori astronomi dan astrofisika yang akan dilaksanakan pada 23 Agustus di gedung Sasana Budaya Ganesha ITB, Bandung. Khusus ujian teori, para peserta harus menjawab 15 pertanyaan pendek dan tiga pertanyaan panjang.
Penentuan pemenang akan dilihat dari gabungan nilai tiga lomba itu. Peserta yang memperoleh nilai di atas 90 persen akan mendapat medali emas. Medali perak diberikan bagi peserta dengan nilai 78-90 persen, sedangkan peserta yang mendapat nilai 65-78 persen akan menerima perunggu. Selain tiga medali itu, para peserta juga dapat memperebutkan hadiah penghargaan, Honourable Mention.
Sebagai selingan di antara jadwal ujian itu, 95 peserta akan mengunjungi beberapa tempat wisata untuk mengenal kebudayaan Indonesia, seperti Saung Angklung Mang Udjo, Museum Geologi, Observatorium Bosscha, Kebun Raya Cibodas, dan Taman Mini Indonesia Indah.
Adelheid Sidharta
Topik :






Komentar Anda :