Lightning Bolt
Jum'at, 22 Agustus 2008 | 11:08 WIB
TEMPO Interaktif, Beijing: Ayunan kedua lengannya masih bersisa, wajahnya juga masih tampak mengerang, tapi kedua matanya terus liar menatap papan pencatat waktu. Nomor lari 200 meter cabang atletik Olimpiade 2008 memang sudah dimenanginya. Emas kedua sudah pasti dikantonginya, tapi perhatiannya bukan lagi ke sana. Ini soal catatan rekor dunia, tentang kemampuan berlari melawan sejarah.
Rabu malam lalu di Stadion Nasional Beijing, Usain Bolt berlari bagai kilat. Ia finis dengan catatan waktu 19,30 detik. Catatan waktunya itu mematahkan rekor atlet berusia 12 tahun atas nama Michael Johnson dari Amerika Serikat. "Saya baru saja meledakkan benak dunia," katanya.
Bolt memang luar biasa. Secara resmi ia unggul atas sprinter Amerika, Shawn Crawford, sang juara bertahan. Lightning Bolt, begitu pemuda 22 tahun asal Jamaika ini mendapat nama baru, unggul 0,66 detik atau selisih empat kali panjang tubuh manusia. Sebuah margin terbesar yang pernah terjadi dalam lomba lari nomor 200 meter di Olimpiade. Dua pelari lainnya yang berusaha mematahkan dominasi Bolt nekat memotong jalur, tapi sia-sia saja karena, pertama, keduanya tetap kalah cepat dan, kedua, mereka didiskualifikasi.
Torehan waktu 19,30 detik, lebih cepat 0,02 detik dari catatan Johnson, melengkapi catatan emas Bolt di nomor 100 meter empat malam sebelumnya. Di nomor 100 meter ini, banyak yang yakin Bolt sebenarnya bisa lebih cepat lagi andai ia "serius" di sepanjang lintasan.
Saat itu, di 20 meter terakhir, Bolt melihat dari atas pundaknya kalau ia sudah unggul dari yang lain. Ia lalu berlari menembus garis finis dengan kedua tangannya yang menepuk-nepuk dada ala Tarzan.
Bolt memang mengakui nomor 200 meter lebih prestisius untuknya. Rabu malam lalu, setelah yakin dengan catatan waktunya itu, ia luruh ke bumi. Kedua lengan dan kakinya terbuka lebar menerima gemuruh penonton di stadion dan decak kagum jutaan lainnya lewat layar televisi. Malam itu sejarah bisa jadi telah mencatat lahirnya sprinter tercepat sepanjang masa.
Satu yang sudah pasti adalah Usain menjadi sprinter pertama yang berhasil menembus catatan waktu 19,6 detik untuk nomor 200 meter dan berlari lebih cepat dari 9,7 detik untuk nomor 100 meter dalam sekali Olimpiade. Catatan yang pertama hanya bisa dilakukan Johnson, sedangkan yang kedua belum pernah ada yang memecahkan.
***
Usain Bolt adalah tipikal sprinter yang berbeda dari yang lainnya. Posturnya menjulang 1,9 meter. "Jarang ada sprinter yang jangkung," kata Scott Drawer, ketua tim riset ilmiah untuk para atlet Inggris.
Kaki-kaki yang panjang, menurut Drawer, biasanya hanya akan mempersulit pelari untuk mengayuh cepat meninggalkan garis start. Padahal nomor lari jarak pendek, khususnya 100 meter, butuh start secepat kilat.
Bolt mampu membuat kelemahannya itu menjadi roket pendorong sehingga ia bisa berlari bagai kijang. Begitu mendapat kecepatannya, Drawer mengatakan, kedua kaki yang panjang dan langkahnya yang superior memang bisa memberi keuntungan tersendiri.
Renaldo Nehemiah, bekas pemegang rekor dunia di nomor 110 meter lari gawang, menyebut kunci kemenangan Bolt memang ada pada anatominya itu. "Dia diberkati dalam postur tubuhnya yang terkesan kaku itu," begitu katanya. Memang ada suara-suara yang curiga kalau Bolt dibantu doping, tapi atlet yang baru saja berulang tahun ke-22 pada malam sebelumnya itu menyatakan dirinya bersih. Bolt menyatakan dia berlari sesuai dengan ketentuan. Perbaikan catatan waktu yang dinikmatinya buah dari kegigihannya berpuasa goyang reggae. Sejauh ini, pernyataannya itu terbukti lewat 11 hasil uji doping yang semuanya negatif.
"Ia memang luar biasa," kali ini Johnson yang berkomentar. Menurut Johnson, pria dengan tinggi badan 1,9 meter seharusnya tidak bisa melakukan start seperti yang dilakukan Usain Bolt. "Startnya luar biasa," kata Johnson, "langkah kakinya melahap lintasan jauh lebih panjang dari yang lain."
Rabu malam lalu, Bolt melesat dari lintasan nomor lima dari delapan lintasan yang terisi penuh pelari lainnya. Catatan waktu rata-ratanya adalah 9,65 detik per 100 meter ini malah lebih tajam ketimbang waktu yang dibuatnya empat hari sebelumnya, yakni 9,69 detik.
Menyambut suksesnya itu, Bolt mengulangi tariannya seperti yang dilakukannya sebelum mengambil posisi di garis start. Ia lalu berpose di sisi sebuah jam yang mengoleksi rekor-rekor dunia. Nama Usain Bolt kini mengisi tiga baris, di antaranya 200 meter, 100 meter pada empat hari lalu, dan catatan waktunya di New York pada Mei lalu ketika ia memecahkan rekor 100 meter untuk pertama kalinya.
"Setiap kembali ke lintasan, sejatinya kamu akan mengerahkan semua yang kamu punya,itu akan sangat brutal," ujar Kim Collins, juara dunia 2003 yang pada Rabu lalu finis nomor enam. "Tapi dia (Bolt) melakukannya dan ia membuatnya seperti begitu mudah. Michael Johnson memang pernah melakukannya juga, tapi itu tidak terlihat begitu mudah."
Para ahli yakin pemuda Jamaika itu masih akan mendominasi kedua nomor atletik tersebut. Sampai sepuluh tahun mendatang, diprediksi belum akan ada catatan waktu yang lebih baik selain, tentu saja, yang bisa dibuat Bolt sendiri. "Seiring dengan umurnya yang beranjak dan fisiknya yang bertambah matang, ia bisa berlari lebih cepat," kata Nehemiah.
Wuragil | AP | Mirror






Komentar Anda :