close

Remaja Amerika Banyak yang Jadi Pencuri  

Rabu, 03 Desember 2008 | 11:58 WIB

TEMPO Interaktif, Los Angeles: Penelitian yang melibatkan hampir 30 ribu pelajar sekolah menengah atas menunjukkan jumlah remaja Amerika Serikat yang menipu, mencuri, dan bersikap tidak jujur semakin mengkhawatirkan.

Kelakuan sekitar 29,760 pelajar sekolah di seluruh Amerika tidak menunjukkan pertanda baik untuk masa depan jika kelompok ini bercita-cita menjadi pakar politik, ibu-bapak, polisi, dan eksekutif perusahaan. Demikian kesimpulan yang didapatkan Institut Josephson.

Laporan 2008 dari institut yang bermarkas di Los Angeles itu mengenai etika remaja Amerika menyebutkan, jawaban remaja tersebut mengenai pertanyaan melibatkan penipuan, mencuri, dan tidak jujur, mengungkapkan sikap yang tidak jujur dari generasi pekerja masa depan. Remaja berjenis kelamin lelaki paling banyak yang menipu.

Secara keseluruhan, sekitar 30 persen pelajar mengaku pernah mencuri dari setidaknya sebuah toko di sepanjang tahun lalu, atau meningkat dua persen sejak 2006. Lebih dari satu pertiga remaja lelaki (sekitar 35 persen) mengatakan mereka suka mencuri barang, berbanding 26 persen remaja perempuan.

AFP | BOBBY CHANDRA

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [2] :

  • Bagaimana dengan siswa di indonesia?

    yaah walaupun tindak kriminal dalam bentuk apapun tidak baik, kalau dibandingkan dengan kelakuan beberapa siswa di indonesia saya sangat sedih. walaupun tidak semua tetapi berita tentang tawuran antar sekolah sudah bukan barang baru. bahkan tawuran tidak hanya milik siswa sekolah saja, hampir semua elemen masyarakat pernah tawuran, (bahkan anggota dewan pun pernah melakukannya). yang menjadi masalahnya adalah bagaimana mengurangi resiko siswa untuk tidak berbuat kriminal???

  • Terjemahan keliru

    Apa tidak keliru terjemahan "sekolah tinggi" (baris ketiga dari atas). Mungkin aslinya adalah "high school". Terjemahan yang tepat adalah "sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA)". Mohon maaf kalau saya yang keliru.

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan