close

Dunia Penuh Buaya

Selasa, 24 November 2009 | 12:56 WIB

TEMPO Interaktif, Washington - Fosil yang baru ditemukan di sebuah situs di Gurun Sahara mengungkapkan bahwa di masa lalu daerah itu adalah sebuah rawa yang dihuni beberapa spesies aneh dan mungkin salah satu di antaranya adalah spesies buaya yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi. Dalam laporannya, para ilmuwan dari Kanada dan Amerika Serikat menyatakan bahwa temuan mereka akan membantu memahami bagaimana buaya tetap hidup hingga saat ini.

Mereka menjuluki spesies baru itu BoarCroc, RatCroc, DogCroc, DuckCroc, dan PancakeCroc, atau buaya babi, buaya tikus, buaya anjing, buaya bebek, dan buaya kue pancake. Buaya-buaya itu hidup pada periode Cretaceous, 145 hingga 65 juta tahun lalu, ketika benua masih saling berdekatan serta bumi lebih panas dan basah daripada sekarang. "Kami sangat terkejut menemukan begitu banyak spesies dari masa yang sama di tempat yang sama pula," kata paleontolog Hans Larsson dari McGill University di Montreal, Kanada. "Tiap buaya itu tampaknya memiliki jenis makanan dan perilaku yang berbeda. Kelihatannya mereka mempunyai ekosistem yang terpisah. Setiap spesies mengambil manfaat dari kondisi itu dengan caranya sendiri."

Larsson dan Paul Sereno dari University of Chicago, yang dibiayai oleh National Geographic, mempelajari rahang, gigi, dan sejumlah tulang buaya-buaya itu. Untuk melihat isi tengkoraknya, mereka menggunakan CT scan, yang diperkuat oleh sinar X.

Dua dari spesies tersebut, DogCroc dan DuckCroc, mempunyai otak yang kelihatannya berbeda daripada buaya modern. "Mereka mungkin mempunyai fungsi otak yang lebih canggih daripada buaya yang hidup saat ini. Sebab, berburu dengan aktif di daratan biasanya memerlukan otak yang lebih kuat daripada sekadar menunggu mangsanya muncul," kata Larsson dalam laporannya.

RatCroc, spesies buaya dengan nama ilmiah Araripesuchus rattoides, ditemukan di Maroko. Buaya ini menggunakan rahang bawah dengan gigi menjulur keluar untuk menerkam mangsa.
PancakeCroc, yang secara ilmiah dikenal dengan nama Laganosuchus thaumastos, panjangnya 6 meter dengan kepala besar yang datar. Sedangkan DuckCroc mewakili fosil baru dari Anatosuchus minor, yang ditemukan di Nigeria. Buaya ini melahap katak dan kumbang dengan mulut lebarnya.

BoarCroc diyakini sebagai buaya yang jauh lebih ganas dibandingkan dengan buaya lainnya. Panjangnya juga 6 meter, namun dia dapat berlari tegak dengan keempat kakinya, serta rahang yang dirancang untuk melumatkan mangsanya, dengan tiga pasang gigi mirip pisau.

Beberapa buaya purba ini berjalan tegak dengan keempat kaki menyangga tubuhnya, seperti mamalia darat, bukan tertekuk di sisi tubuh dengan perut menempel ke tanah. Kemampuan hidup di dua alam yang dimiliki buaya di masa lalu itu, menurut Sereno, merupakan kunci untuk memahami bagaimana mereka terus berkembang dan pada masa dinosaurus.

 TJANDRA DEWI |REUTERS

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [4] :

  • Buaya siluman

    gk di pusat gk di daerah bnyk buaya sakti n cerdas yg suka gigit org kecil utamanya staf, n suka duit kecil kelasnya cm 10 rb an

  • Buaya kerah putih

    ada lagi yang dipenuhi dengan buaya....,yaitu buaya2...CenturyCroc

  • Buaya lihai

    buaya yg paling cerdas dan lihai berburu di bumi ini adalah AnggodoCroc.

  • Ada buaya yg lebih ganas & cerdas masa kini

    Siapa bilang buaya sekarang kalah cerdas.... Mungkin para ilmuwan kurang teliti. Sekarang ada buaya yang lebih cerdas dan lebih ganas (di zaman modern ini), yaitu ...: SusnoCroc

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan