Air Mata Edu dan Hary Tumpah di Hang Day
Jum'at, 05 Desember 2003 | 00:58 WIB
TEMPO Interaktif, Hanoi: Air mata Edu Juanda dan Hary Saputra tak terbendung setelah tim nasional Indonesia dikalahkan Vietnam di cabang sepak bola SEA Games XXII. Di Stadion Hang Day kemarin, pasukan Serghei Dubrovin itu dihantam tuan rumah 0-1 lewat gol tunggal Phan Thanh Binh.
Edu dan Hary pun menangis di kamar ganti. Keduanya mengucurkan air mata karena merasa bersalah atas kekalahan tim nasional. Edu adalah pemain yang diusir wasit Lee Young-chun (Korsel) pada menit ke-55 setelah mengantongi kartu kuning.
Suasana sedih memang tak terbendung. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, Dubrovin, dan asistennya, Mundari Karya, tak henti-henti menenangkan pemainnya yang tertunduk lesu. "Edu dan Hary merasa bersalah. Tugas saya dan semua ofisial adalah kembali mengangkat motivasi pemain yang runtuh," kata Nurdin. Dia lalu menyalami dan memeluk satu per satu pemain yang sudah berjuang.
Vietnam yang sebelumnya menahan Thailand 1-1 di pertandingan pertamanya kemarin tampil prima. Pasukan Alfred Riedl itu begitu mudah membangun serangan yang membuat permainan Bambang Pamungkas dan kawan-kawan tak berkembang, terutama pada 45 menit pertama. Vietnam yang dimotori Nguyen Huu Thang, seolah menusuk-nusuk jantung pertahanan Indonesia, yang dilakukan hingga menit ke-15. Pemain belakang Indonesia yang disiplin dan rapat mengawal gawang Yandri Christian Pitoy semula membuat frustrasi pemain Vietnam.
Musibah tak dapat dihalangi. Gawang Pitoy bobol di menit ke-32 setelah Phan Thanh Binh memanfaatkan umpan matang Phan Van Taiem dari sebelah kanan pertahanan Indonesia. "Seharusnya kami menang lebih banyak," kata Alfred Riedl, pelatih asal Austria. "Hari ini bukan hari bagus kami karena hanya menang 1-0," kata Riedl lagi dalam acara jumpa pers.
Bek Supriono dan kiper Pitoy tak sependapat kalau tuan rumah harusnya bisa menang lebih telak. Menurut Supriono, tekanan yang dilakukan Vietnam tidak terlalu membahayakan. Mereka melakukan tekanan dengan harapan mencetak gol di menit-menit awal. "Buktinya mereka dapat mencetak gol di menit ke-32. Gol Vietnam terjadi karena kita kecolongan," katanya.
Apa pun kata mereka, Vietnam telah memenangkan pertarungan terberat mereka. Kini, tuan rumah hanya membutuhkan hasil seri dari Laos untuk merebut tiket ke semifinal.
Sukses Vietnam disambut gembira masyarakatnya. Kota Hanoi tadi malam terlihat semakin padat. Apalagi, banyak kawanan sepeda motor membawa bendera merah dengan bintang di tengah. Bendera kebanggaan orang Vietnam itu ikut meramaikan kemenangan mereka di cabang sepak bola.
Yon Moeis - Koran Tempo




