Indonesia “Juara”

Sabtu, 30 Agustus 2008 | 00:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Tim nasional Indonesia dinyatakan sebagai juara Pertamina Independence Cup 2008. Sayang, gelar juara ini diperoleh setelah Libya tidak mau melanjutkan pertandingan pada 45 menit tersisa di Stadion Utama Gelora Bung Karno kemarin malam. Padahal pasukan Gamal Adeen M. Abu Nowara itu sudah unggul 1-0 lewat gol Ehab Abdalla Ali, yang tercipta pada menit ke-14.

Karena tidak muncul-muncul di lapangan, wasit Shahabuddin Moh. Hamiddin dari Brunei Darussalam, meniup pertandingan babak kedua dimulai. Setelah Bambang Pamungkas menyentuh bola, kemenangan bagi Indonesia pun diberikan. Pasukan Benny Dolo itu dinyatakan menang dengan skor 3-1.

Tidak hadirnya Libya di lapangan tak ada yang tahu persis. Beritanya pun simpang-siur. Djohar Arifin Husin, Staf Ahli Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, menyesali sikap yang diambil Libya. "Saya sangat menyesali ini. Mereka tidak menghormati turnamen Piala Kemerdekaan yang kita gelar. PSSI harus mengusut ini semua," katanya.

Tim U-21 Ketiga

Pada partai pertama, tim nasional U-21 mengalahkan Burma 1-0 lewat gol tunggal Jajang Mulyana pada menit ke-8. Kemenangan ini sekaligus membawa pasukan Bambang Nurdiansyah meraih peringkat ketiga turnamen.

Bambang mengatakan kemenangan ini membuktikan tim nasional yang bermaterikan pemain-pemain berusia di bawah 21 tahun itu masih memerlukan pembinaan yang lebih serius. "Mereka memiliki potensi luar biasa," katanya.
Dengan pembinaan berkelanjutan, menurut mantan pelatih Arema Malang itu, tim junior bisa menjadi generasi penerus tim senior.

Pelatih Burma, Marco A. Falopa, mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit Shahabudin Mohd. Hamamidin yang dinilainya berat sebelah. "Wasit dan asisten wasit harus ikut pelatihan soal peraturan," katanya.

Marco menegaskan, wasit dengan semena-mena telah mengurangi waktu pertandingan 1 menit. Padahal seharusnya masih ada perpanjangan waktu setelah pertandingan usai. Namun, Marco tetap salut akan permainan tim nasional junior Indonesia.
"Mereka bermain baik dan golnya tercipta dengan bagus," ujarnya.

Fanny Febyanti

Topik :






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar yang tertulis adalah pendapat pribadi, redaksi tidak bertanggungjawab atas komentar tersebut
  • indonesia juara
    pssi mandul.timnas juga isinya banci..malu-maluin aja.bambang pamungkas itu sama dengan anjing,,,,
    Pengirim : HAMDAN di SORONG
  • preman
    dari ketum sampai pengurus, pemain, suporter -- tukang pukul semua dasar kriminal
    Pengirim : rouke di jakarta
  • Atlet Preman
    Juara hasil mukulin orang aja bangga. Malu-maluin negara aja. Jangan mentang-mentang orang Libya itu hitam-hitam, terus kita jadi rasis.
    Pengirim : Adhi di Jakarta
  • Susahnye jadi juara
    Susahnya jadi juara ya... Walaupun di negeri sendiri, susahnya minta ampun, sampe mukulin pelatih orang hingga bonyok baru "juara", Apalagi maen di negeri orang...
    Pengirim : Hasbi di Bukittinggi
  • pssi=ipdn
    belum tahu ya orang2 pssi itu khan jebolan ipdn semua. jagonya preman.
    Pengirim : inu kencana di solo
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: