close

Sriwijaya Target Sapu Bersih

Minggu, 12 Oktober 2008 | 21:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Gagal meraup poin di Jalak Harupat saat melawan tuan rumah Pelita Jaya, Kamis (9/10) lalu, tak membuat Sriwijaya FC patah arang. Laskar Wong Kito mematok target sapu bersih kala menjamu Persijap Jepara dalam lanjutan pertandingan Djarum ISL 2008 di Stadion Jakabaring, Palembang. 

Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Dharmawan mengatakan status tuan rumah, tak membuat Laskar Wong Kito di atas angin. Pasalnya, menurut Rahmad, Persijap adalah salah satu tim dengan statistika terbaik musim 2008/2009 ini. 

Persijap datang ke Jaka baring dengan modal kemenangan 3-1 dari PSM Makassar. Ini menandakan permainan kolektivitas dan kekompakan mereka sangat baik, belum lagi gawang mereka paling sedikit kebobolan 8 gol , berbeda jauh dengan Sriwijaya FC yang sudah 17 kali kebobolan. 

“Persijap tim luar biasa. Mereka punya pertahanan solid. Saya justru mewaspadai tim ini karena mereka punya team work bagus,” ujarnya saat dihubungi Tempo.

Meskipun dalam pertandingan hari ini Persijap hanya diperkuat dua pemain asing. Yaitu Pablo Alejendro Frances dan Carlos Raul Sciucatti, namun, Rahmad tidak menganggap itu menjadi kelemahan terbesar tim asuhan Djunaedi. 

Rahmad mengatakan pasca tiga pertandingan tandang kemarin, kondisi fisik seluruh pemain sudah mulai kembali normal. Ia mengaku bisa sedikit leluasa dalam menentukan pemain mana yang akan dipilih untuk meredam Laskar Kalinyamat, julukan Persijap.

Apalagi, kondisi beberapa pemain yang dilanda cedera seperi Alamsyah Nasution, Reswandi, dan Oktavianus sudah pulih dan ditambah tidak adanya pemain yang terkena akumulasi kartu. Dengan demikian, seluruh skuad Sriwijaya FC siap diturunkan untuk laga kandang hari ini.

"Untuk laga kandang ini target tak bisa ditawar, harus memang," ujar Rahmad.

Fanny Febyanti

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan