Gaji Pelatih dan Pemain Arema Malang Dibayar Pekan Ini
Senin, 09 November 2009 | 17:02 WIB
TEMPO Interaktif, Malang - Manajemen Arema Malang berencana melunasi pembayaran gaji pelatih dan pemain untuk bulan Oktober pada pekan ini. Total gaji yang harus dibayarkan Rp 650 juta.
Menurut Rendra Kresna, manajer klub itu, tersendatnya pembayaran gaji karena manajemen kesulitan mendapatkan pencairan sisa dana PT Bentoel Prima selaku sponsor sebesar Rp 5 miliar yang akan dicairkan dalam dua termin; masing-masing sebesar Rp 2,5 miliar.
“Dana itu sudah ada, tinggal menunggu pencairan. Kesulitan keuangan tidak hanya ada di Arema, tapi juga ada di klub lain,” kata Rendra kepada wartawan, Senin (9/11).
Pihak Bentoel, kata Rendra, meminta manajemen Arema menjalin kerja sama dengan media local di Malang sehingga setiap pemberitaan Arema harus menyertakan nama sponsor. Bentoel tak ingin perjanjian kerja sama yang terlalu mendetail, tapi justru sederhana dan bisa langsung dijalankan.
"Persyaratan yang mereka minta sudah kami penuhi dengan menjalin kerja sama dengan dua media local (Radar Malang dan Malang Post), tapi tetap saja duitnya belum cair,” kata Wakil Bupati Malang itu.
Gunadi Handoko, Direktur PT Arema Indonesia, menambahkan, hingga sekarang manajemen Arema sangat mengandalkan dana dari sponsor untuk menutup kekurangan dana operasional selama satu musim kompetisi Liga Super Indonesia 2009-2010.
Gunadi menjelaskan, posisi kas Arema setelah diambil alih dari Bentoel kosong alias nol rupiah. Manajemen kemudian menjalin kerja sama dengan Bentoel yang bersedia memberikan dana sponsorship sebesar Rp 7,5 miliar. Dana dicairkan dalam tiga termin.
Dana termin pertama sebesar Rp 2,5 miliar sudah habis untuk belanja pelatih, asisten pelatih, pemain, serta biaya operasional lainnya. Selain dana termin pertama, Arema mendapat dana segar sekitar Rp 800 juta dari penjualan tiket dua pertandingan kandang melawan Persija Jakarta (Minggu, 11/10) dan PSPS Pekanbaru (Rabu, 14/10).
“Idealnya kami butuh minimal Rp 20 miliar untuk biaya operasional. Tapi sejauh ini pendanaan Arema tergantung pada Bentoel,” kata Gunadi kepada Tempo.
Manajemen menghitung, kebutuhan dana sebesar itu bisa ditutupi dari penjualan tiket pertandingan Rp 6,5 miliar dan ditambah dana sponsor yang jika ditotal berjumlah Rp 14 miliar atau masih kurang Rp 6 miliar lagi. Namun, itu hitungan di atas kertas.
Kendati begitu, Gunadi memastikan pelatih dan pemain dalam kondisi siap untuk memenangi pertandingan berikutnya. Mental dan semangat mereka tidak terpengaruh oleh persoalan duit yang melanda Arema. "Kami berharap gaji pemain dan pelatih untuk bulan Oktober yang seharusnya dibayarkan 1 November bisa dibayarkan pekan depan.”
Di luar gaji, manajemen juga masih mengutang pembayaran bonus bagi pelatih dan pemain yang sukses memenangi dua pertandingan tandang di Kalimantan. Pada Kamis (22/10) Arema menekuk Bontang FC 2-1 dan mempermalukan Persisam Samarinda 1-0 pada Minggu (25/10). Bonus untuk 6 poin itu bernilai Rp 173 juta.
Namun, sukses itu ditebus dengan diterimanya delapan kartu kuning untuk delapan pemain. Markus Horison, Noh Alam Shah, Muhammad Ridhuan, Purwaka, Hermawan, dan M. Fachrudin diganjar kartu kuning saat Arema dijamu Bontang. Dua kartu kuning diterima Pierre Njangka dan Tomy Pranata saat Arema dijamu Persisam. Sedangkan Zulkifly Syukur menerima kartu kuning sewaktu Arema menjamu PSPS Pekanbaru. Total ada 9 kartu kuning yang diterima Arema.
Nah, manajemen dan pelatih cemas jika kesembilan pemain mendapat kartu kuning kedua saat menghadapi Persitara Jakarta Utara, Sabtu (28/11), sehingga tak bisa memperkuat Arema tatkala menjamu Pelita Jaya pada Rabu (2/12).
Untuk mengantisipasi kemungkinan itu, manajemen memutuskan mengambil lima pemain amatir Arema sebagai pengganti. Status mereka kemudian dialihstatuskan menjadi pemain profesional dengan total biaya Rp 5 juta.
Alhasil, Arema harus merogoh kocek untuk menyediakan Rp 178 juta. Kabarnya, kebutuhan Rp 178 juta ditalangi Rendra Kresna. Duit digosipkan berasal dari pinjaman pengusaha ternama di Malang.
Meski demikian, manajemen berpeluang mendapat dana segar dari penjualan enam lagu Arema Voice Band yang dijadikan ring backtone bekerja sama dengan Telkom Flexi. Diasumsikan ada 100 ribu Aremania, penggila Arema, yang memakainya sehingga bisa didapat sekitar Rp 1,5 miliar dari RBT.
l Abdi Purmono





Komentar Anda [9] :