Dramatis, Persebaya Tundukkan Persiwa 5-4
Minggu, 15 November 2009 | 22:11 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya - Persebaya Surabaya secara dramatis berhasil mengatasi Persiwa Wamena dengan skor 5-4 dalam lanjutan Djarum Indonesia Super League di Standion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya, Minggu (15/11) malam. Persebaya tertinggal dua gol lebih dulu melalui Yesaya Desnam pada menit ke-38 dan Boakai Epy Foday (41).
Persebaya berhasil menyamakan kedudukan lewat Taufoq (53) dan Corinus Fengkrew (78). Tapi lagi-lagi tim tuan rumah harus tertinggal dua gol hanya dalam waktu satu menit, masing-masing melalui Emanuel Padwa (75) dan pemain pengganti Alberto Mabrasar (76).
Namun dalam sepuluh menit terakhir tim berjuluk Bajul Ijo itu kembali dapat menyamakan kedudukan lewat Andi Oddang (80) dan Korinus (82). Akhirnya Korinus menutup hujan gol dengan mencentak hattrick sekaligus mengantarkan kemenangan Persebaya pada injury time.
Pertandingan kedua tim yang dipimpin wasit H Olehadi dari Tangerang tersebut berjalan menarik lantaran keduanya bermain terbuka. Meski tanpa diperkuat empat pilarnya, yakni Anang Ma'ruf, Ngon A Djam, Josh Maguire dan Mat Halil, lini belakang, tengah dan depan Persebaya masih nampak solid. Kemenangan itu juga memperbaiki posisi Persebaya yang semula berada di papan tengah klasemen sementara.
Asisten Pelatih Persiwa Zainal Abidin mengatakan, kekalahan anak-anak asuhnya disebabkan oleh lemahnya lini pertahanan. Pemain bertahan Persiwa, kata Zaenal, juga tak gagal mengantisipasi bola-bola rebound yang kemudian dimanfaatkan Persebaya untuk mencetak gol. "Sebenarnya kami mengawali permainan dengan fantastis, tapi setelah babak kedua sektor belakang kami menjadi lemah," kata Zainal.
Adapun pelatih Persebaya Danurwindo melihat kelemahan Anderson da Silva dan kawan-kawan terletak pada mudah hilangnya konsentrasi. Empat gol yang bersarang ke gawang Endra Prasetya, menurut Danur, akibat pemainnya kehilangan konsentrasi. Bahkan saat sedang diserang ada pemain Persebaya yang minum dan membetulkan tali sepatu. "Ini problem mendasar yang menjadi pekerjaan rumah saya," kata Danurwindo.
KUKUH S WIBOWO





Komentar Anda [5] :