close

Benitez Klaim Liverpool di Awal Kebangkitan

Senin, 30 November 2009 | 08:26 WIB

dirk kuytTEMPO Interaktif,Liverpool:Bos Liverpool, Rafael Benitez mempercayai kemenangan 2-0 Liverpool dari Everton dalam duel Derbyy Merseyside yang diraih dengan kerja keras timnya bisa membantu upaya timnya untuk membangkitkan performa The Reds yang akhir-akhir ini jeblok.

Gol bunuh diri Joseph Yobo dan gol telat Dirk Kuyt membantu Liverpool meraih kemenangan ketujuhnya dalam 14 laga Liga Primer Inggris. Hasil ini juga mengangkat posisi The Kop ke peringkat lima klasemen.

“Kami menang dari Debrecen ( di Liga Champions) dan kami sadar kami harus tetap menang. Ini kemenangan penting,” tegas Benitez, Senin (30/11).

“Duel Derby selalu sulit dan sangat penting. Jadi kemenangan ini bisa menjadi awal baik performa kami pada musim ini,” Benitez menambahkan.

Liverpool tampil di bawah standar main di Goodison Park. Everton sendiri gagal menutup beberapa peluang emasnya untuk mencetak gol. Tembakan Javier Mascherano pada awal permainan mampu diantisipasi Yobo. Di lain pihak Pep Reina dengan sigap dua kali mementahkan tandukan Tim Cahill dan tembakan Marouane Fellaini.

Benitez terus mendapat kritikan tajam terkait lima kekalahan dari 13 laga yang sebelumnya diterima Liverpool. Namun meski Liverpool tersingkir dari fase grup Liga Champions, tiga poin di ajang domestik ini dianggap akan memuaskan direktur umum Christian Purslow, yang sebelumnya telah menjamin posisi pelatih Spanyol itu aman di Anfield.

Setelah Kuyt menutup kemenangan timnya pada menit ke-80 Benitez mengaku Everton, saudara tua Liverpool tim yang sulit dikalahkan. “Kami sulit mengembangkan permainan dari awal permainan. Everton terus menyerang dan juga mengambil peluang dari set piece,” kata Benitez.

“Sulit untuk meredam serangan Everton yang unggul dalam permainan atas. Namun kami berhasil menunjukkan karakter dan berusaha menyerang lewat serangan balik. Kadang dengan penguasaan yang baik, kadang buruk,” Benitez menambahkan.

Benitez kagum dengan performa Everton yang berjuang mati-matian. “Performa Everton di atas kami namun kami mampu memperlihatkan karakter permainan, kami menang dan mencetak dua gol. Pada akhir permainan kami mampu mengkontrol permainan,” tambahnya.

Meski Everton kalah, pelatih Everton David Moyes bangga dengan perjuangan anak asuhnya. Dua peluang emas dari pemain sayap Rusia, Diniyar Bilyaletdinov yang diboyong dengan banderol 10 juta pound sterling atau sekitar Rp 155 miliar, membuat The Toffees tersungkur di posisi 17 dan berpeluang terdegradasi di akhir musim.

“Saya pikir kami bertanding tidak sebagai pengecut. Para pemain Everton bekerja sangat keras dan saya pikir mereka layak mendapatkan lebih dari apa yang mereka dapat di akhir pertandingan,” tegas Moyes.

Ini hasil mengecewakan. Anda tidak mendapatkan apa-apa,” tutupnya.

BBC | BAGUS WIJANARKO

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan