Bom di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru

Rabu, 05 Mei 2004 | 10:41 WIB

SELASA (4/5/2004) dini hari (sekitar pukul 03.30 WIB), ledakan hebat meruntuhkan dua rumah toko di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, menewaskan dua orang dan melukai tiga orang. Polisi menemukan dua pengatur waktu yang diduga kuat digunakan untuk memicu bom dari lokasi kejadian, tapi gagal menemukan alasan pengeboman itu: apakah ledakan itu terkait dengan sidang terdakwa kasus terorisme kelompok Doktor Azahari yang dalam dua pekan terakhir digelar PN Pekanbaru, ataukah dilakukan kelompok yang ingin mengacau menjelang pemilihan presiden.


Sekitar pukul 03.30 WIB
Ledakan keras terdengar di kawasan Jalan Soekarno-Hatta di depan Pasar Pagi Arengka.

Pukul 04.00 WIB
Aparat petugas Polda Riau dan Poltabes Pekanbaru datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga melalui telepon dan berdasarkan laporan aparat keamanan yang sedang berpatroli di dekat kawasan tersebut. Di lokasi, polisi menemukan dua buah rumah toko, yakni Toko Kelontong Along dan kantor CNI runtuh dan lima orang korban meninggal dan luka parah. korban yang meninggal Ipon, belakangan diketahui sebagai pembantu rumah tangga Along, ditemukan meninggal di bawah reruntuhan. Sementara itu, Along, istrinya, Yuliana, dan Steven, anak Along, beserta satu orang pria yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya, juga ditemukan di bawah reruntuhan bangunan ruko milik Along itu dalam keadaan luka parah.

Pukul 04.30-05.00 WIB
Mayat Ipon dan ke empat korban lainnya dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina.

Jam 05.00-05.30 WIB
Along dan keluarga serta pria tak dikenal dibawa ke Rumah Sakit Awal Bross.

Jam 09.30-10.00 WIB
Petugas Laboratorium Forensik dari Medan yang dihubungi Polda Riau meminta bantuan tiba di Pekanbaru.

Sekitar jam 12.00 WIB
Petugas baru berani dan berhasil mengevakuasi mayat korban Sridewi Yanti dari reruntuhan setelah tim Jihandak dari Medan menyatakan positif tidak ada bom lainnya di eks ruko Along dan kantor CNI itu. Pada waktu yang bersamaan, tim Jihandak dan petugas keamanan lainnya menemukan dua timer yang diduga sebagai alat peledak bom itu di dekat pintu depan ruko tersebut.

Sekitar jam 13.30 WIB
Kepala Polda Riau Deddy S.Komaruddin yang baru tiba di Pekanbaru berbicara kepada pers tentang temuan Labfor Medan untuk sementara yang mengindentifikasi ledakan bom itu jenis C4RDX Nitrat dengan kekuatan tinggi dan saat itu Polda Riau sedang memeriksa dua orang saksi.

Sekitar jam 17.30 WIB
Petugas Labfor dari Jakarta datang untuk membantu upaya mengidentifikasi jenis bom tersebut.


Koran Tempo