Ledakan di Jakarta 2003

Senin, 10 Mei 2004 | 14:55 WIB

TEMPO Interaktif :

1. Minggu, 27 April 2003 pukul 06.30 WIB.
Sebuah ledakan yang diduga bom di terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Ledakan berkekuatan rendah. Belum diketahui penyebab dan motif ledakan. Korban luka 11 orang dilarikan ke RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara dan RS Umum Tangerang.

2. Kamis, 24 April 2003 pukul 05.20 WIB.
Ledakan terjadi di jembatan Kali Cideng, belakang kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sasaran kemungkinan ditujukan ke kantor PBB. Bom rakitan tersebut terbuat dari besi yang panjangnya sekitar 33 sentimeter, dengan diameter sekitar 10 sentimeter, dan ketebalan pipanya sekitar 6,6 milimeter. Ledakan berkekuatan rendah. Tidak ada korban.

3. Jumat, 7 Februari 2003 pukul 10.00 WIB.
Ledakan keras terjadi di pinggir empang, Jl. Penggilingan RT10/7, Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Sumber ledakan berasal dari petasan berdaya ledak rendak. Korban luka satu orang.

4. Senin, 3 Februari 2003 pukul 07.15 WIB.
Ledakan terjadi di Wisma Bhayangkari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Ledakan berasal dari sebuah bom rakitan yang dibuat dari pipa paralon sepanjang 11 cm dengan diameter 16 cm, ditutup dengan lempengan baja yang dilapisi dengan semen. Ledakan berkekuatan rendah. Polisi menangkap tersangka pelaku pemboman, AKP Anang Sumpena, Sabtu (14/2). Tidak ada korban jiwa.

5. Kamis, 30 Januari 2003 pukul 02.00 WIB.
Ledakan terjadi di pangkalan bajaj Jalan Jembatan Besi Raya Gang I, Tambora, Jakarta. Ledakan berasal dari bom Molotov yang dilemparkan ke pangkalan bajaj yang mengakibatkan sebuah bajaj terbakar. Bom itu terbuat dari botol bir isi bensin dan sumbu. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

6. Rabu, 5 Agustus, siang.
Ledakan dahsyat mengguncang Hotel JW Marriot, Jakarta Selatan.

Pusat Data dan Analisa Tempo