Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Timeline  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Penyerangan Kantor MBM TEMPO
Senin, 17 Mei 2004 | 19:56 WIB

Pukul 11.00 WIB: Sekitar seratus orang yang mengaku anak buah Tomy Winata tiba di kantor TEMPO, memprotes berita TEMPO yang berjudul “Ada Tomy di 'Tenabang'?” Di samping berteriak-teriak "tutup majalah ini, bakar kantor TEMPO”, mereka memaksa masuk ke kantor dengan cara menggoyang-goyang pagar. Ahmad Taufik, penulis berita itu, menemui mereka. Sembari menunjuk surat somasi dari kuasa hukum Tomy Winata, Taufik menjelaskan bahwa kasus ini tengah diproses secara hukum.

Jawabannya? Seorang pengunjuk rasa mencengkeram kerah baju Taufik. Empat orang lainnya menyeret-nyeretnya ke tengah massa. Ia nyaris dipukul. Taufik lari dari kepungan dan kabur ke halaman TEMPO. Menurut versi anak buah Tomy Winata, justru merekalah yang menyelamatkan Taufik dari amukan massa.

Pukul 17.30 WIB: Disepakati bahwa kedua belah pihak bikin pernyataan bersama. Konsep surat ini dibuat oleh Karaniya dari TEMPO dan Haris Sumbi dari pihak Tomy Winata. Surat itu lalu diteken oleh Bambang Harymurti dan David alias A Miauw. Dalam surat itu jelas disebutkan bahwa David mewakili pihak Tomy Winata. Penandatanganan kesepakatan itu disaksikan oleh Kapolres Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Surawardhi Dahlan.

Pukul 15.30 WIB: Digelar konferensi pers yang dihadiri oleh Bambang Harymurti, Ahmad Taufik, Karaniya Dharmasaputra, dan Hamid Al-Hamid dari pihak Tomy Winata.

Pukul 12.30 WIB: Tiba di Polres Jakarta Pusat, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat. Dialog berlangsung di ruangan Kasat Intel. Dari pihak TEMPO adalah Bambang Harymurti, Karaniya Dharmasaputra, dan Ahmad Taufik. Sedangkan anak buah Tomy Winata diwakili oleh David, Teddy Uban, Haris Sumbi, dan lima orang lainnya.

Di ruangan itu David terus mengoceh dan mengancam akan membunuh Bambang Harymurti. Bambang meminta agar persoalan diselesaikan sesuai dengan prosedur yang disepakati. Jawabannya? David menonjok perut Bambang dan memukul kepalanya. Karaniya protes, tapi seorang anak buah Tomy malah melayangkan bogem mentah ke pipi kiri Karaniya. David sesumbar bahwa polisi sudah dibayar, bahkan lampu-lampu di kantor polisi itu hasil sumbangannya.

Sejumlah polisi yang menyaksikan kejadian ini tak berbuat apa-apa. Ia juga menyebut pihaknya telah mengeluarkan duit Rp. 150 juta untuk wartawan tiap bulan. Juga sesumbar bahwa Sutiyoso sukses menjadi Gubernur DKI berkat pertolongannya. Soal ini menyebar di berbagai media massa lewat catatan kronologi yang dibuat Ahmad Taufik.

Kepada wartawan, Sutiyoso membantah dirinya menerima uang dari Tomy Winata. "Didanai apa, untuk kegiatanku? Aku punya duit sendiri," ujarnya. Saat dikonfirmasi, David membantah menyebut nama gubernur dan juga soal pemukulan itu.

Pukul 12.05 WIB: David alias A Miauw tiba di ruang rapat TEMPO. Menurut Taufik, David mengeluarkan kata-kata kasar, juga kata-kata rasial. David juga ngotot agar Taufik menyebut sumber beritanya. Tak berapa lama berselang Karaniya Dharmasaputra, redaktur pelaksana ekonomi dan investigasi, ikut bergabung. "Lu gue tiup mati," kata David kepada Karaniya. Belakangan David membantah bahwa kalimat itu diucapkan untuk Karaniya.

Tak berapa lama berselang, Bambang Harymurti (pemimpin redaksi) tiba di kantor TEMPO. David tak lagi minta agar TEMPO menyebut sumber, tapi minta Taufik langsung dibawa ke kantor polisi sembari mengancam tidak akan bertanggung jawab atas kantor TEMPO jika permintaan itu ditolak.

Pukul 11.40 WIB: Disepakati negosiasi dilakukan di lantai tiga Gedung TEMPO. Massa diwakili oleh Aris Sumbi, Hamid Al-Hamid, Teddy Uban, dan Guntur. TEMPO diwakili oleh Ahmad Taufik dan Abdul Manan. Perwakilan Tomy Winata memaksa agar sumber berita disebutkan. Ditolak, karena etikanya media tidak bisa membuka sumber beritanya.

Marah dengan jawaban itu, sejumlah anak buah Tomy berteriak-teriak. Teddy Uban melempar kotak tisu--terbuat dari kayu--ke muka Ahmad Taufik, yang berhasil menampiknya, tapi kotak itu mengenai jidat Abdul Manan. Salah satu lensa kacamata Manan terpental, pangkal hidungnya terluka. Darah mengucur. Aparat polisi yang hadir di situ tidak berbuat apa-apa.

MBM TEMPO


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

AJI Protes Putusan Tempo Kalah
Tomy Winata Diduga Beri Kesaksian Palsu
Posko anti RMS protes TVRI Ambon
Rekaman Wawancara Identik dengan Suara Tomy Winata
Hakim Terima Gugatan Tomy Winata terhadap Goenawan Mohamad
Wartawan Malang Sambut Gembira Pembebasan Fery Santoro
Tim Negosiator Media Bukan Jadi Barter Sandera
Ferry Santoro Dibebaskan
Pembebasan Ferry Masih Dinegosiasikan
16 Kontributor TPI Diberhentikan
> selengkapnya...


Referensi

Penyerangan Kantor MBM TEMPO
Hari-hari Menegangkan

Website

Dewan Pers
Situs Dewan Pers
Indonesia Media Law and Policy Centre


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [5]

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data