close

Kampus Angker

Selasa, 10 April 2007 | 10:51 WIB

Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri Progo Nurdjaman bersemangat memberi sanksi kepada Inu Kencana Syafei karena ia melapor ke polisi. Dia juga menyatakan hanya tiga yang meninggal akibat kekerasan. Angka 3 diperoleh berdasarkan data IPDN.

Namun, kata Inu, kalau dia tak segera melapor, Cliff akan keburu dimakamkan seperti kasus Wahyu Hidayat. Soal jumlah, menurut catatan Inu, jumlahnya tidak sekadar tiga. Berikut ini daftar kematian di kampus Jatinangor itu.

1994
Gatot, kontingen Jawa Timur, tewas akibat dada retak saat latihan dasar militer.

1995
Alvian, dari Lampung, meninggal di barak tanpa sebab.

1997
Fahrudin, dari Jawa Tengah, meninggal di barak tanpa sebab.

1999
Edi meninggal dengan alasan belajar sepeda motor di kampus.

2000
- Purwanto meninggal dengan dada retak.
- Obed, dari Irian Jaya, meninggal dengan dada retak.
- Heru Rahman, dari Jawa Barat, meninggal akibat kekerasan. Kasusnya sampai ke pengadilan.
- Utari meninggal saat melakukan aborsi, mayatnya ditemukan di Cimahi.
- Erie Rakhman, asal Jawa Barat, tewas dianiaya tujuh seniornya.

2003
Wahyu Hidayat, asal Bogor, meninggal akibat dianiaya.

2005
Irsan Ibo meninggal karena dugaan narkoba.

Sumber: Koran Tempo