|
Sepak Terjang Kuartet Jutaan Dolar
Jum'at, 15 Juni 2007 | 12:14 WIB
Abu Dujana telah tertangkap, namun empat pentolan Jamaah Islamiyah lainnya yakni Dulmatin, Noor Din M Top, Dzulkarnain dan Umar Patek masih menghirup udara bebas. Hal ini berarti teror masih mengancam, apalagi menurut polisi, keempat orang ini bisa jadi lebih berbahaya ketimbang Abu Dujana.Berikut sepak terjang mereka:
24 Desember 2000
Pengeboman 15 gereja di berbagai kota. Noor Din terlibat bersama Azahari, Hambali, dan Iman Samudra.
12 Oktober 2002
Pengeboman di Legian, Bali. Noor Din penyandang dana. Umar Patek fasilitator. Dulmatin komandan lapangan. Dzulkarnain salah satu tokoh kunci.
5 Agustus 2003
Pengeboman Hotel JW Marriott, Jakarta. Azahari, Noor Din, dan Dujana menjadi otak serangan.
9 September 2004
Pengeboman Kedutaan Australia, Jakarta. Azahari, Noor Din, dan Dujana menjadi otak serangan.
1 Oktober 2005
Pengeboman di Kuta dan Jimbaran, Bali. Azahari dan Noor Din menjadi otak serangan.
9 November 2005
Azahari tewas dalam penyergapan di Batu, Jawa Timur. Noor Din tidak berada di tempat itu.
16 November 2005
Noor Din muncul dalam rekaman video anjuran jihad bersama tiga pelaku bom bunuh diri Bali II.
30 April 2006
Noor Din lolos dari sergapan di Wonosobo.
Sumber: Koran Tempo
|