|
Siapa Bersalah
Senin, 02 Juli 2007 | 13:00 WIB
Lolosnya puluhan orang membawa bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di depan hidung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuat aparat keamanan Indonesia berbantah. Siapa yang benar?
Teroris di Belanda
Kelompok pendukung kemerdekaan Maluku Selatan pernah menjadi teroris yang gemar melakukan penyanderaan pada 1970-an. Akibatnya, dukungan terhadap mereka menurun.
25 April 1950
RMS berdiri, J.H. Manuhutu menjadi presiden.
3 Mei 1950
Dr Chr. R.S. Soumokil menggantikan Manuhutu.
18 November 1950
Indonesia mengambil alih Ambon, Soumokil bersembunyi.
21 Maret 1951
12 ribu bekas tentara KNIL asal Maluku dan keluarganya pindah ke Belanda.
12 April 1966
RMS mendirikan pemerintahan di pengasingan dengan pemimpin Johan Manusama.
2 Desember 1975
Kelompok Pemuda Maluku Selatan Merdeka membajak kereta api di dekat Beilen, Belanda. Mereka membunuh dua orang dan menyandera 38 sebelum menyerahkan diri 12 hari kemudian. Mereka menuntut pemerintah Belanda mengakui pemerintahan pengasingan RMS.
4 Desember 1975
Kelompok teroris Maluku lain menyerbu Konsulat Indonesia di Amsterdam dan menyandera puluhan orang sebelum menyerahkan diri.
23 Mei 1977
Kelompok teroris Maluku melakukan dua serangan serentak di Belanda: membajak kereta api di Groningen dan menyandera sekolah di Bovensmilde. Mereka menuntut pembebasan rekannya di penjara. Enam teroris di kereta tewas ditembak.
12 Maret 1978
Komando Bunuh Diri Maluku Selatan menyerbu kantor Pemerintah Provinsi Drenthe di Assen, Belanda, dan menyandera 70 orang. Setelah kelompok itu membunuh satu sandera, marinir Belanda menyerbu.
1993
F. Tutuhatunewa, pensiunan dokter, memimpin pemerintahan di pengasingan.
2001
Front Kedaulatan Maluku berdiri di tengah konflik agama. Cita-cita mereka seperti RMS: memisahkan diri dari Indonesia.
25 April 2001
Pemimpin eksekutif Front Kedaulatan Maluku, Dr Alex Manuputty, mengibarkan bendera RMS. Insiden pengibaran bendera RMS kemudian sering muncul.
29 Juni 2007
Sekelompok orang nyaris mengibarkan bendera RMS di depan hidung Presiden Yudhoyono.
Sumber: Koran Tempo
|