Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Timeline  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Taktik Timor
Jum'at, 30 November 2007 | 13:39 WIB

Jika benar indikasi yang diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, itu berarti kelompok bisnis Tommy
Soeharto meminjam uang Rp 4,6 triliun untuk proyek PT Timor Putra Nasional. Sedapnya, Timor hanya perlu
membayar Rp 445 miliar (cuma sepuluh persen dari total utang) dan langsung dianggap lunas.


1993
PT Timor Putra Nasional milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto didirikan sebagai proyek mobil
nasional.

4 Juni 1996
Presiden Soeharto memutuskan impor mobil KIA untuk proyek mobil nasional Timor. Istimewanya, Timor dibebaskan
dari pajak barang mewah yang besarnya 60 persen.

Agustus 1997
Sindikasi 16 bank mengucurkan kredit US$ 690 juta (dengan kurs sekarang sekitar Rp 6,28 triliun; nilai saat
itu sekitar Rp 4 triliun) tanpa agunan untuk bayi emas Timor.

15 Januari 1998
Atas desakan IMF, proyek mobil nasional dibatalkan.

21 Mei 1998
Rezim Soeharto berakhir.

Juli 1999
BPPN merestrukturisasi bank-bank kreditor Timor dan sebagian disatukan menjadi Bank Mandiri. Piutang bank-bank
itu--termasuk Rp 4,6 triliun kepada Timor--dikelola oleh BPPN agar Bank Mandiri tampil sehat.

30 April 2003
BPPN menjual hak tagih utang senilai Rp 4,6 triliun di PT Timor kepada PT Vista Bella Pratama dengan harga Rp
445 miliar. Syaratnya, Vista Bella dan Timor tidak memiliki hubungan ekonomi apa pun untuk mencegah pengutang
keenakan bisa dianggap lunas utangnya dengan uang sedikit.

29 November 2007
Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan menemukan bukti kelompok Humpuss, milik Tommy, mengucurkan uang lewat
satu anak perusahaannya ke Vista Bella untuk membeli Timor. Menteri Keuangan meminta Kejaksaan Agung
membatalkan transaksi jual-beli dan Vista Bella membayar penuh Rp 4,6 triliun dikurangi pembelian Rp 445
miliar.


Konsekuensi
1. Temuan KPK akan memperkuat gugatan perdata pemerintah terhadap Tommy Soeharto, yang dianggap merugikan
negara lewat berbagai kasus termasuk Timor.

2. Pemerintah akan memiliki "peluru" untuk mempertahankan duit Rp 1,3 triliun di Bank Mandiri, walaupun
pengadilan menyatakan uang itu milik Timor, karena Tommy masih "berutang" kepada negara.


Sumber: Koran Tempo
sumber: majalah tempo


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

KPK Periksa Anwar Nasution Hari Ini
KPK masih menunggu hasil pemeriksaan Irawady
Presiden Tidak Akan Intervensi Hasil Seleksi Calon KPK
Tommy Bisa Diperiksa Lagi
Pejabat Depdagri Bantah Jadi Calon Pimpinan KPK
Dijajagi Kemungkinan TNI Bisa Diperiksa Komisi Antikorupsi
"Anggota KPK" Ditangkap Karena Memeras
Mantan Dubes RI di Malaysia Akan Kembali Diperiksa
Panitia Seleksi KPK Kurang Asertif
Panitia Optimistis Pendaftar Bertambah
> selengkapnya...

Referensi

Taktik Timor
Remisi Tommy
Jejak Uang Tommy
Membidik Anak Mantan Presiden
Kalla Vs KPK
Dari Soeharto untuk Tommy

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] tml01 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< November,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data