close

Sudah 635 Orang Terbunuh dalam Serangan di Gaza  

Selasa, 06 Januari 2009 | 22:54 WIB

TEMPO Interaktif, Kota Gaza: Hingga hari kesebelas agresi militer Israel yang dilancarkan ke Jalur Gaza, setidaknya 635 warga Palestina terbunuh. Demikian menurut pengakuan para petugas medis, Selasa (6/1)

Sementara itu sekitar 2.900 orang, kata kepala unit gawat darurat di rumah sakit setempat, menderita luka berat maupun ringan. Jumlah yang tewas melonjak tajam menyusul serangan terbaru Irsael ke tiga sekolah yang menewaskan 45 orang sepanjang Selasa ini.

Sebelumnya sebuah serangan udara Israel terbaru telah membunuh setidaknya 40 orang yang sedang mengungsi di samping sebuah sekolah milik Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jalur Gaza. Serangan ini merupakan yang ketiga dalam waktu yang bersamaan sepanjang hari ini.

Menurut para petugas medis, serangan tersebut menghantam kawasan di dekat sebuah sekolah yang dijalankan oleh United Nation’s Relief and Works Agency (UNRWA), badan PBB yang mengurusi para pengungsi Palestina, di kota di sebelah utara Jabaliya. Mereka mengungsi untuk menghindari pertempuran yang kian berkobar.

Dalam dua serangan sebelumnya di hari yang sama dua orang terbunuh tatkala sebuah roket menghantam sebuah sekolah di selatan Kota Khan Yunis dan tiga lagi terbunuh dalam sebuah serangan udara di kem pengungsi Shati di Kota Gaza.

AFP | BOBBY CHANDRA

Info Grafis

  • Operasi Darat

    Tiga brigade tentara Israel merangsek masuk mendekati Kota Gaza kemarin. Perang kota berlangsung antara pasukan Israel dan sekitar 20 ribu pejuang Hamas.

  • Kebrutalan Israel

    Perang Israel dipompa oleh semangat zionisme, gerakan bangsa Yahudi kembali ke Zion, sebuah bukit tempat Kota Yerusalem berdiri.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan