close

Mesir dan Prancis Ajukan Proposal Gencatan Senjata

Rabu, 07 Januari 2009 | 09:29 WIB

TEMPO Interaktif ,  Gaza: Prancis dan Mesir mengumumkan insiatif mereka untuk segera menghentikan serbuan Israel, satu jam setelah serdadu Israel melontarkan mortir ke sekolah yang dikelola Persatuan Bangsa Bangsa. Setidaknya 40 orang tewas dalam kejadian itu.

gaza

Baik mesir maupun Prancis tidak secara detil merinci proposal mereka, yang menyatakan bahwa gencatan senjata secepatnya harus dilakukan. Kedua negara juga menunggu respons dari Israel yang masih saja secara brutal menyerang Gaza.


Dari Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice menyambut inisiatif ini, namun buru-buru menambahkan bahwa gencatan senjata tidak akan menjamin akan sukses menahan serangan roket Hamas ke Israel.


Presiden Mesir Hosni Mubarak mengatakan proposal perdamaian yang ditawarkannya bersama Presiden Prancis Sarkozy adalah untuk segera mengakhiri pertempuran dan membuka perbatasan untuk menyelamatkan penduduk yang terluka dan mengirimkan bantuan obat dan makanan.


Mubarak mengatakan bahwa pihaknya juga merencanakan memanggil kedua pimpinan Israel dan Palestina untuk mendiskusikan pemecahan jalan keluar konflik dan menjamin tidak ada lagi peperangan.


Sarkozy mengatakan harapannya kecil untuk mengakhiri korban-korban yang berjatuhan di Gaza. “Saya sudah katakan kepada Ehud Olmert bahwa kita menunggu respon Israel.”


AFP| AP| NUR HARYANTO

Info Grafis

  • Operasi Darat

    Tiga brigade tentara Israel merangsek masuk mendekati Kota Gaza kemarin. Perang kota berlangsung antara pasukan Israel dan sekitar 20 ribu pejuang Hamas.

  • Kebrutalan Israel

    Perang Israel dipompa oleh semangat zionisme, gerakan bangsa Yahudi kembali ke Zion, sebuah bukit tempat Kota Yerusalem berdiri.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [1] :

  • Sama

    SAMA saja, Mesir ternyata juga sudah menjadi Kerajaan Yahudi

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan